Artikulasi Hati dan Otak

Nikah…

setiap manusia kelak apabila diberi umur panjang akan dihadapkan pada keinginan, bahkan kebutuhan untuk menikah. suatu hal fitrah yang dirasakan manusia.

bagi saya sendiri, entah..akhir akhir ini telah menjadi seperti kebutuhan. sedari dulu, memang saya membutuhkan sebuah tempat kembali tempat telaga kasih sayang berada. membutuhkan tempat kembali yang mampu menghadirkan ketenangan jiwa..sebuah keluarga yang sakinah mawaddah warahmah..entah bagaimana rasanya berada dalam keluarga yang seperti itu, dan betapa inginnya diriku berada di tengah tengah keluarga yang seperti itu..saya membutuhkan rumah tempatku kembali..

saya membutuhkan rumah..

dan saya merasa dengan menikah, saya mampu memiliki rumah itu…

entah kapan aku pulang..namun alunan jiwa ini terdengar sendu melagukan hasrat ingin pulang..

pulang ke rumah..

tulang rusukku yang hilang, biarkan kini aku menjemputmu dan berkata I’m home…….

Agustus 5, 2008 Posted by | kontemplasi, my stuff and I | 3 Komentar

serakan hikmah di jalan–2

sabtu, 2 agustus 2008 saya masih ada di cirebon. seperti biasa pukul setengah 6 sore saya menjemput adik di jalan raya. sambil menunggu, biasalah…sambil nongkrong pinggir jalan ditemani tukang beca yang ngobrol ngalor ngidul sambil becanda. kami pun ngobrol ngalor ngidul, mereka biasanya nanya saya kapan lulus ? nanya siapa yang dateng kemaren ? anak mana ? dan saya pun menjawab dengan apa adanya.

tak beberapa lama, ada dermawan yang bershodaqoh pada mereka dengan membagi bagikan amplop. bukan main girangnya mereka dan mereka pun berebut jatahnya masing masing. ternyata isinya uang sepuluh ribu. dalam benak saya, saya berpikir kok cuma 10 ribu ? tapi melihat raut muka tukang becak disana, saya bisa merasakan kegembiraan yang memancar dari muka mereka. saya benar benar merasa bersalah dengan pikiran saya, cuma…kenapa ada kata cuma ?apakah karena uang 10 ribu bagiku hanya cukup untuk pulang pergi naik angkot atau membeli satu buah es duren saja ?saya benar benar merasa dicambuk hatinya.

kami pun larut dalam obrolan kembali. kemudian seorang tukang becak bercerita padaku tentang pendapatnya tentang kejadian terbakarnya pasar plumbon. beliau bercerita bahwa sumber kebakaran tersebut berasal dari sebuah kios yang pemiliknya pernah menyakiti hati beliau dan temannya sesama tukang becak. ceritanya, suatu hari ia pernah diminta untuk memuat barang belanjaan seorang pembeli di kios tersebut. lama sudah ia menunggu sang pembeli membeli barang2 di kios, hingga ada orang yang mau menggunakan jasanya pun ia tolak karena telah ada yang meminta jasa dirinya terlebih dahulu. namun, alangkah kecewanya saat ia mendengar pemilik kios tersebut berkata pada pembelinya

“sudah, ga usah make beca lagi. nanti dianter ama mobil saya ke rumah”, sembari menawarkan mobil bak terbukanya. akhirnya, sang pembeli pun urung menggunakan jasa tukang becak tersebut.

tukang becak itu pun kecewa dan merasa sakit hati. ia merasa bahwa pemilik kios itu tidak peduli dengan dirinya yang mencari penghidupan dengan menarik becak. ia tidak ingin menjadi wong briman (peminta minta dalam bahasa cirebon). ia masih punya harga diri.

dan saat kios tersebut terbakar, bukan rasa peduli yang timbul melainkan ungkapan kualat…

——————————————————————————-

hikmah yang bisa diambil, bahwa kita harus mampu mengerti keadaan orang lain apalagi yang jauh lebih tidak beruntung dari kita.

perbedaan memandang uang 10 ribu harus menjadi pelajaran bahwa bisa jadi kita merasa apa yang kita perbuat adalah kecil, namun bagi orang lain hal itu begitu berarti

jangan sampai kita gagal memahami orang lain yang akibatnya memantik rasa sakit hati pada diri orang tersebut, apalagi orang tersebut adalah fakir miskin yang sejatinya harus kita bantu..

Agustus 3, 2008 Posted by | kontemplasi, my stuff and I | 1 Komentar

serakan hikmah di jalan

siang itu, 27 juli 2008 saya hendak berangkat ke depok guna merancang masa depan. saya kesana menggunakan kereta api, turun di gambir kemudian naik KRL ke depok. sedangkan menuju ke stasiun bandung, saya menggunakan angkutan umum jurusan Sadang Serang – Caringin.

di dalam angkot itu, saya mengambil tempat duduk di depan, di samping pa supir yang tengah bekerja. khilafnya, saya lupa nama bapak supir tadi. sepanjang perjalanan, kami berbincang bincang tentang realitas hidup yang bisa jadi menggambarkan keadaan yang menimpa banyak pihak di bangsa ini.

perbincangan dimulai saat angkot melewati sebuah gereja, bapak itu berkomentar mengapa kok orang orang nonmuslim itu kaya kaya sedangkan umat muslim sendiri banyak yang miskin.

saya mencoba menebak ke arah mana pembicaraan ini, saya berkomentar bahwa memang inilah kondisi yang menimpa umat islam saat ini. sebenarnya banyak umat muslim yang kaya, namun kurangnya rasa peduli pada sesama muslim apalagi yang kurang mampu itulah yang menyebabkan ada kesenjangan ekonomi bahkan diantara umat muslim sendiri.banyak umat muslim yang murtad akibat kendala ekonomi dan pada akhirnya ukhuwah islamiyah menjadi hanya semacam pemanis bibir dan simbol belaka.

penjelasan ini membuat bapak tersebut bercerita tentang tetangganya. ia memiliki tetangga yang tadinya tidak memiliki apa apa. saat tetangganya itu memutuskan keluar dari islam alias murtad, hampir tak beberapa lama kemudia rumahnya yang tadinya terbuat dari bahan bambu direnovasi dan menggunakan batu bata dan keramik, ia sendiri diberi modal usaha berdagang.

ia sendiri menyesalkan mengapa orang orang kaya di bangsa tidak berbagi, malahan ia merasa prihatin dengan elit bangsa ini apalagi yang muslim yang melakukan korupsi bahkan dengan embel embel nama pribadi muslim seperti Al Amin.

saya berpendapat bahwa memang benar adanya bahwa memilih pemimpin harus didasarkan pada pemahaman terhadap agama dari pribadi calon pemimpin tersebut. karena memilih pemimpin yang takut tuhan jauh lebih baik daripada memilih pemimpin yang takut dengan hukum undang undang. sebab, realitasnya hukum bisa diperjualbelikan seperti kasus suap di kejaksaan agung. dan tidak lupa saya mengingatkan bapak supir untuk mempergunakan hak pilihnya untuk memilih pemimpin yang religius, sebab insyaallah dengan pemimpin yang dekat dengan tuhan, akan mampu tercapai kesejahteraan.

saya pun menanyakan tentang anak2 bapak itu, berapa jumlahnya dan apakah telah sekolah. tak disangka, pertanyaan ini membuat bapak supir itu bercerita panjang lebar tentang keluarganya.

ia memiliki seorang anak, masih sekolah dasar. ia bersyukur bahwa walaupun ia tidak bersekolah, ia masih bisa menyekolahkan anaknya. ia pun bersyukur memiliki istri yang telah mengenyam pendidikan hingga tingkat SMK, sehingga istrinyalah yang mengajari anaknya tentang mata pelajaran di sekolah. tidak seperti adiknya yang menikah dengan wanita buta huruf pula sehingga anaknya berkali kali tidak naik kelas.

ia lantas bercerita bahwa ia adalah anak pertama dari 10 bersaudara. namun hanya tinggal 4 orang. 6 orang lainnya meninggal, baik akibat sakit maupun kelaparan. rasa lapar dan sakit telah menjadi teman masa kecilnya. ia menyambung hidup dari belas kasihan tetangganya yang memberinya makan, walaupun hanya nasi dan kuah sayur, namun itu terasa mewah buat dirinya. begitulah ia bertahan hidup hingga besar.

satu kejadian yang paling membuat ia sedih adalah saat ia kehilangan adik bungsunya beberapa bulan lalu. adik bungsunya kelaparan. akhirnya, karena lapar ia meminum air bekas pakan ayam yang ada jentik jentik nyamuknya di dalamnya. selang beberapa saat, adiknya langsung jatuh sakit, badannya panas dan mulutnya sering mengeluarkan darah. muntah darah. dan pada tengah malamnya, adiknya wafat. ia benar benar bersedih sekali.

ia pun kembali bercerita tentang istrinya. bahwa ia merasa bersyukur pula diberi istri yang setia dan mau menerima keadaanya yang hanya supir angkot. ia pernah menyarankan istrinya untuk bercerai dan kawin lagi dengan orang lain jika ia merasa keberatan hhidup bersamanya yang serba kekurangan ini. namun istrinya menolak, ia memilih melanjutkan hidupnya dengan suaminya itu.

“padahal mah dik, kalau beneran dia nikah lagi ama orang laen, bapak mah pasti tetep nangis nangis”

kata si bapak sambil tersenyum lebar sembari menerima ongkos dariku.

——————————————————————————–

sepanjang perjalanan ini, membuat saya yakin bahwa bangsa ini memang membutuhkan pahlawan pahlawan..

mampukah diri ini menjadi orang orang yang bapak supir itu butuhkan

yang bangsa ini butuhkan ?

pertanyaan ini hampir selalu terlintas saat mata ini hendak terpejam…

Agustus 3, 2008 Posted by | kebangsaan, my stuff and I | Tinggalkan komentar

keluarga berencana

pagi tadi iseng nonton tv, eh ada dialog di metro tv yang pembicaranya elman hutabarat. ada beberapa pernyataan beliau yang nyeleneh menurut saya terkait dengan keluarga berencana. beliau berpendapat bahwa keluarga berencana adalah jalan yang harus ditempuh guna meningkatkan kesejahteraan rakyat. pendapatnya yang paling parah adalah bahwasanya bila ada keluarga yang memiliki anak lebih dari 2 maka harus dicemooh, ditertawakan, dan pada intinya dipandang hina.

pendapat ini bagi saya agak aneh, pertama tampaknya pendapat bapak elman ini lebih didasarkan pada kondisi makro yang menyatakan salah satu tolok ukur kesejahteraan rakyat adalah pendapatan perkapita. pendapat ini tidak sepenuhnya salah, namun tidak mutlak benar juga. pertama, bisa jadi pendapatan perkapita besar namun penduduk miskin banyak. hal ini terjadi bila mayoritas uang berputar di tangan orang orang kaya. kedua, indonesia memiliki wilayah yang luas sehingga justru dengan penduduk yang banyak maka eksplorasi tempat/daerah yang belum terjamah menjadi optimal.

alangkah jauh lebih penting untuk lebih memfokuskan diri dengan bagaimana memeratakan pembangunan sehingga pemberdayaan rakyat lebih merata dan peningkatan kualitas hidup dan pendidikan sehingga banyaknya jumlah penduduk menjadi sebuah kekuatan, bukan dipandang sebagai sebuah kendala.

by the way, insya allah keluarga saya di masa depan pun akan mengikuti keluarga berencana..berencana punya anak tujuh..

Agustus 3, 2008 Posted by | komentar, my stuff and I | Tinggalkan komentar

Galau

galau, barangkali itu perasaan yang berkecamuk dalam hati saya. hal ini terkait tugas akhir saya yang memaksa saya mengetahui sedikit tentang konsep ekonomi liberalis-kapitalis.

ya, tugas akhir saya tentang bisnis ketenagalistrikan yang sempat membuat saya terkesima dengan konsep ekonomi yang ditawarkan adam smith. konsep yang mendorong saya berkeyakinan bahwa deregulasi akan membuat iklim bisnis lebih kompetitif adapun ekses negatifnya bisa diselesaikan dengan aturan main yang disepakati bersama. teori teori tentang efisiensi yang dihasilkan dari iklim yang kompetitif yang membuat tidak ada pihak yang dirugikan, konsumen mendapatkan surplus dan produsen memperoleh maksimalisasi profit. konsep konsep keseimbangan pasar yang menggairahkan investasi dalam negeri.

berjalan jalan ke gramedia dan terantuk pada buku pa amien rais membuat saya berpikir ulang tentang keyakinan saya. hal ini terjadi saat saya membaca bab tentang otokritik oleh joseph stiglitz yang dipaparkan dalam buku itu mengenai konsep ekonomi barat. bahwasanya tidak ada invisible hand seperti kata adam smith, namun pihak yang menguasai informasilah yang akan menang.

hal itu membuat saya berpikir bahwa kekuatan pasar yang selama ini menjadi perhatian saya dalam merancang sistem bisnis ini akan selalu ada meskipun kecil dan saat menemukan momennya-saya khawatirkan- akan chaos.

namun, saya juga berpikir, apa yang saya lakukan dan pelajari adalah bentuk manajemen pengelolaan industri ketenagalistrikan yang saya coba cari di ketentuan syar’i tidak pernah di singgung. dan hanya berkaca pada baratlah saya bisa mempelajari pengelolaan industri ketenagalistrikan tersebut. saya tahu sebuah resiko besar yang mungkin terjadi, bila suatu saat sistem saya diimplementasikan di indonesia dan saya membuat kesalahan dengan gagal mengantisipasi ekses buruk, maka bisa jadi kelompok¬† sejenis mafia berkeley akan kembali muncul.

namun saya juga tahu bila diimplementasikan dan berhasil, maka pahala Allah akan mengalir karena memberi kemanfaatan bagi banyak orang.

tapi, kalaupun tidak diimplementasikan, sekali lagi tidak ada yang kebetulan. berarti Allah berbaik hati pada saya bahwa eksesnya akan buruk.

Juli 11, 2008 Posted by | Keelektroan, my stuff and I | Tinggalkan komentar

Alhamdulillah lebih baik

Alhamdulillah, hanya kata itulah yang pantas untuk mengungkapkan keberhasilan menaikkan prestasi akademik semester sekarang. banyak kenaikan yang terjadi namun untuk mencapainya, banyak pula yang dikorbankan. namun, pada akhirnya saya bisa tersenyum di akhir dengan hasil ini. dengan hasil ini pula saya bisa memastikan bahwa IP total yang tercantum di transkrip akademik saya tetap diatas 3 bahkan bisa diatas 3.25 jika mampu meningkatkan di semester besok.

IP semester saya mengalami kenaikan hampir 1.00, sebuah kenaikan yang cukup signifikan. kemudian saya juga bisa menghindari terlalu sering tidur di kelas, bahkan saya menghitung bahwa saya terkantuk kantuk di kelas hanya 6 kali selama satu semester ini. kemudian, untuk beberapa mata kuliah, presensi saya bagus, saya absen tidak lebih dari 7 kali, kecuali untuk beberapa mata kuliah yang penyebabnya adalah PRS tanpa direncanakan sebelumnya, dan dosennya jarang masuk.

bagaimana dengan semester besok yang insyaallah akan jadi semester terakhir saya ? doa yang terlantung hanya menyuarakan permohonan agar hamba ini bukan termasuk orang merugi bahkan orang yang celaka..

satu hal yang saya pelajari dari semester ini adalah fokus, konsisten, punya alasan kuat untuk melakukan sesuatu, dan jangan lupa berdoa. untuk yang terakhir ini, saya merasakan sekali kekurangmaksimalan saya dalam berdoa sehingga ada beberapa hasil yang dibawah target dan kentara sekali faktor x nya.

semoga jauh lebih baik brur.

Juni 19, 2008 Posted by | my stuff and I | 1 Komentar

Ada yang tau ga kenapa ?

saya lagi bingung ama beberapa kejadian nih, mulai dari diri sendiri ampe lingkungan

1. kenapa tiap abis mandi mata saya merah ?

2. kenapa kalo abis minum es, saya ngerasa pengen muntah ?

3. kenapa saya gampang inget orang padahal baru pertama kali ketemu, dan sering kali orang yang baru ketemu pertama kali tuh lupa padahal saya masih inget detail ketemunya ?

4. kenapa saya keukeuh ngerjain sesuatu yang kayaknya ga mungkin, tapi alhamdulillah sering berhasil ?

5. kenapa saya males ngerjain sesuatu yang banyak aturannya dan dibawah perintah orang lain?

6. kenapa saya gampang percaya ama orang (udah ketipu duit beberapa kali nih)?

7. kenapa saya ga tegaan ama makhluk yang bernama perempuan ?

8. kenapa saya tahan dengerin orang curhat lama banget ?

9. kenapa saya suka ngerasa orang laen ga denger suara saya ?

10. kenapa saya lebih suka buku buku tentang pemikiran kayak studi orientalisme, clash of civilization dsb daripada buku pengembangan diri ?

udah dulu ah

Juni 19, 2008 Posted by | my stuff and I | 1 Komentar

Mencari Perbedaan

pengen punya sesuatu yang spesial disegala hal. dari SD hal ini yang sering berkecamuk dalam pikiran seorang habib. mulai dari pengen punya sepatu yang laen dari yang laen pas SD, dan betenya minta ampun pas ada yang beli sepatu yang sama lagi, hingga pengen punya spesialisasi yang berbeda saat kuliah.

ya saat kuliah ni, saya pengen punya sesuatu yang beda, dan inilah yang ampe sekarang membuat saya tahan ngerjain TA yang “aneh”..TA tentang bisnis ketenagalistrikan yang memunculkan my own original idea, semi-wholesale competition, sebagai sistem bisnis ketenagalistrikan. dan saya merasa yakin dengan menuntaskan misi ini, saya bisa memiliki sesuatu yang berbeda, bukan hanya power system engineer, namun system engineer. sebenernya itu filosofi saya aja sih. power system engineer tuh ya engineer yang mengerti tentang sistem tenaga mulai economic dispatch, penanganan gangguan, masalah transien, ampe penjagaan keandalan sistem dan mutunya. namun dengan menjadi system engineer khususnya saat mengerjakan TA ini, saya bukan hanya (dipaksa) mengerti tentang power system, namun juga (dipaksalagi!) mengerti tentang analisis ekonomi dalam kompetisi, bagaimana terbentuknya harga pasar, pemrograman, power market dan market power, dll dll. puyeng sih, tapi alhamdulillah udah dapet batasannya jadi terpikirkan lebih simpel.

jadi inget salah satu bait dalam soundrack naruto yang kalo ga salah artinya “jadikanlah keunikanmu menjadi kekuatanmu”..so, mari segera tuntaskan!

Juni 19, 2008 Posted by | my stuff and I | 1 Komentar

terpaksa online sering hari ini

kalo diitung itung, hari ini udah 3 kali online, pertama, jam 6 pagi gara garanya butuh softwar MATPOWER buat tugas akhir gw..my dear..sedikit demi sedikitlah..insyaallah bisa. sempet pengen ganti topik, tetapi Mr.Pembimbing bilang, “ayo, terus berusaha, kamu kurang yakin aja ama kemampuan kamu”..yo wis lah pak..kulakukan dengan sepenuh hati.

kemudian sore jam 4. sebenernya pengen ngepost foto..tapi ga jadi gara garanya salah foto. foto ini bakal nampang di buku “anak ITB bicara..” plus essay saya yang berhasil lolos seleksi tingkat program studi di gelaran ITB Expo. doain juga nih, kayaknya tanggal 22 dan 23 maret bakalan presentasi di babak finalnya. kenapa fotonya salah ?karena kesan foto ntu normal dan kaku bgt padahal di email yang saya terima katanya fotonya dengan ekspresi..ya udah deh..ini gara gara saya ga baca dengan baik isi emailnya. keburu girang duluan..yah doain yaa semoga menang.

yang ketiga yaa sekarang ini, ngepost foto. buset bgt dah bela belain ke tempat temen temen yang punya HP berkamera 2 megapixel biar ga pecah foto saya nantinya. akhirnya dengan sekenanya di jepret deh muka saya ma foto..yaa semoga ga terlalu ganteng seperti aslinya..(yang bilang hueekkkk berarti setuju..yang ketawa pas baca ini berarti mengiyakan, yang biasa biasa aja menganggap ini sebagai fakta biasa)

sebenernya badan saya agak ga enak hari ni..pusing bgt. sempet khawatir gejala awal DB soalnya saya masih inget pas ngerjain tugas dan belajar buat ujian thermo, saya ga nyadar kalo ada nyamuk nyamuk gitu yang bertebaran. semoga lekas disembuhkan..

alhamdulillah attaching fotonya udah..tinggal kirim deh..

Maret 20, 2008 Posted by | my stuff and I | 3 Komentar

Cinta di atas Cinta

hari ini teringat “masa lalu”, masa yang telah lama ingin kubenamkan memorinya.namun, hari ini entah kenapa rasa ini mengemuka kembali..maka kubuka lembaran demi lembaran buku “mencari pahlawan Indonesia” dan membaca artikel ini..berikut ringkasannya.

perempuan oh perempuan!Pengalaman batin para pahlawan dengan mereka ternyata jauh lebih rumit daripada yang kita bayangkan. apa yang terjadi, misalnya jika kenangan cinta hadir kembali di jalan pertaubatan seorang pahlawan?keagungan!

itulah pengalaman batin Umar bin Abdul Aziz. sebenarnya Umar seorang ulama, bahkan seorang mujtahid. namun, ia dibesarkan di lingkungan istana bani umayyah, hidup dengan gaya hidup mereka, bukan gaya hidup seorang ulaman. ia bahkan menjadi trendsetter di lingkungan keluarga kerajaan. shalat jamaah kadang tertunda gara – gara ia masih sedang menyisir rambutnya.

namun justru saat menjadi khalifah, kesadaran spiritualnya tumbuh mendadak pada detik kemunculannya. ia pun bertaubat. “Aku takut pada neraka” katanya menjelaskan rahasia perubahannya pada seorang ulama terbesar zamannya, Al Zuhri.

ia pun memulai perubahan besar yang melingkupi anak, istri, keluarga kerajaan, hingga seluruh rakyat. kerja kerasnya membuahkan hasil, walau hanya memerintah 2 tahun 5 bulan ia berhasil memakmurkan dan memberi keadilan dan kejayaan bagi rakyat dan negerinya.

akan tetapi semua ada harganya. fisiknya anjlok. saat itulah sang istri datang membawa kejutan besar, menghadiahkan seorang gadis pada suaminya untuk dinikahinya (lagi). ironisnya, hal ini karena Umar telah lama mencintai dan sangat menginginkan gadis itu, juga sebalikny. Namun, istrinya Fatimah tiada pernah mengizinkan atas nama cinta dan cemburu. sekarang, justru istrinyalah yang membawanya sebagai hadia, sebagai bentuk dukungan moril baginya.

itulah saat terindah dan mengharu biru dalam diri umar. kenangan romantika sebelum saat perubahan bangkit kembali dan menyalakan api cinta yang telah membakar segenap jiwanya. namun, cinta ini hadir kembali di jalan pertaubatannya, ketika cita – cita perubahan belum selesai. Cinta dan CIta bertarung disana, dihati Umar.

apa yang salah jika Umar menikahi gadis itu?Tidak ada!!!tapi apa jawabannya ? “Tidak, Ini tidak boleh terjadi.Saya benar – benar tidak merubah diri saya kalau saya masih harus kembali ke dunia semacam ini” kata Umar. Cinta yang terbelah diantaa kesadaran psiko-spiritual berujung pada keagungan. Imar mmenangkn cinta yang lain, cinta di atas cinta!akhirnya ia menikahkan gadis itu dengan pemuda lain.

TIDAK ADA CINTA YANG MATI DISINI. karena sebelum meninggalkan rumah umar, gadis itu bertanya dengan sendu, “Umar, dulu kau pernah sangat mencintaiku.tapi kemanakah cinta itu sekarang?” Umar bergetar haru, namun kemudian menjawab, ” CINTA ITU MASIH TETAP ADA, BAHKAN KINI RASANYA JAUH LEBIH DALAM”

SELESAI

membaca fragmen kisah ini, selalu menimbulkan kesan yang sama bagi saya. inilah jalan saya, jalan perubahan. memang pernah ada seseorang (cuma 1) yang menjadi tempat hati ini bertaut di masa lalu, dan saya memutuskan untuk berubah selepas membaca buku NPSP…memang apa yang dikatakan buku itu benar, cobaan paling besar adalah setelah keputusan itu diambil. ingatan dan memori masa lalu sering kali hadir, dan saat jiwa lemah menjadi begitu rupa rupa rasanya…

namun, hikmah yang bisa saya ambil dari sana adalah bahwa ketika saya memutuskan untuk mencinta, maka konsekuensinya saya akan berjuang demi cinta itu dan sekiranya saya tidak bisa mendapatkan cinta itu maka terimalah dengan lapang dada dan jiwa besar. karena sekali lagi, tidak ada cinta yang mati disana namun saat kita menerima takdir Allah sebagai yang terbaik bagi manusia, maka kita akan menemukan bahwa disanalah letak keagungan cinta yang terbingkai dalam rasa yang meneguhkan saya untuk tetap setia pada jalan pertubatan dan juga rasa tenang bahwasanya sang tercinta hidup disana dengan yang terbaik dan tentu saja semua rasa ini adalah lebih dalam daripada cinta yang sebelumnya…

untuk kau yang disana, smoga keberkahan, rahmat, hidayah dan kebahagiaan senantiasa tercurah padamu…

Desember 15, 2007 Posted by | kontemplasi, my stuff and I | 2 Komentar