Artikulasi Hati dan Otak

Mengarifi hidup, kehidupan, dan cita cita

kontemplasi tengah malam. ketika dibenturkan dengan kenyataan hidup, kita perlu bicara dengan diri kita. menasehati diri sendiri. karena memang musuh yang terbesar adalah mengalahkan diri sendiri (hawa nafsu).

hidup. banyak manusia yang tanpa sadar kita menjalaninya dengan rutinitas. bahkan bisa menjalani tanpa keinsyafanlebih dalam memahami setiap gerak langkah hidup kita. kali ini saya merasa terjebak dalam rutinitas hidup. membosankan dan membuat frustasi. yang saya khawatirkan keadaan ini akan membuat diri meyerah pada kenyataan hidup. menjadi pro status quo yang berujung pada pertanyaan quo vadis hidup kita.

teringat kembali akan peta hidup yang dulu pernah dibuat yang entah hilang kemana. mungkin masuk ke tempat sampah saat pindahan pasca lulus kuliah. tapi saya rindu membacanya kembali. mengingat dan merasa bahwa saya sempat memiliki idealisme hidup yang berpangkal pada kemanfaatan bagi umat. frustasi memang menulis kata kata ini. tapi terkadang jiwa kita butuh katalis dalam mempercepat reaksi pemahaman dan penginsyafan terhadap realita hidup supaya tidak terjebak dan menyerah di dalamnya.

cukuplah romantisme masa lalu itu. manis memang tapi berujung kecewa bila hasilnya tidak sesuai harapan kita. dan saya telah membuat tekad bahwa saya tidak pernah menyesal dengan hidupku sekarang. malah saya bersyukur bahwa saya sampai pada tahap ini. melihat hidup sebagai suatu alur keinsyafan tanpa jeda yang bila kita lengah, kita akan terjebak di dalamnya. ingat, Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

wahai diri, marilah kembali menata hidup kita.cara yang paling ampuh adalah TULISKAN CITA CITA HIDUP KEMBALI!

Baiklah, mari kita mulai dengan :

AKU BERCITA CITA MENJADI EXPERT DI BIDANG ELECTRICITY MARKET

 

bagaimana denganmu?

Iklan

November 12, 2010 Posted by | kontemplasi | 2 Komentar