Artikulasi Hati dan Otak

Mengenal Deregulated Electricity Market

Sebelumnya, pembahasan ini hanya memberikan gambaran secara umum tentang electricity market yang telah diberlakukan di banyak Negara di dunia. Ciri khas utama dari electricity market sendiri adalah adanya unbundling dan multi partisipan. Hal yang diharapkan dari electricity market sendiri adalah adanya kompetisi sehat yang menghasilkan harga listrik yang lebih murah, perkembangan teknologi, dan mengalirnya investasi.

Analoginya mungkin seperti penyedia jasa komunikasi sekarang ini. Di Indonesia, banyak provider yang berkompetisi dalam menjaring konsumen. Mereka berlomba menyediakan banyak benefit bagi konsumen yang menggunakan jasa mereka seperti phonecall cost yang murah, sms gratis, hingga nomer hp dengan masa berlaku tak terbatas. Kemudian, dari sisi teknologi, mereka berlomba menyediakan teknologi yang semakin canggih dan memanjakan konsumen. Pada awalnya,mungkin kita hanya mengenal GSM saja, setelah itu muncul CDMA, kemudian muncul teknologi 3G ditambah lagi fitur multimedia dan kamera yang makin maknyuuus.

Sama halnya dengan kompetisi yang diinginkan terjadi di sector ketenagalistrikan, diharapkan akan dihasilkan harga jual listrik yang lebih murah bagi konsumen, teknologi yang makin berkembang yang menyebabkan listrik menjadi reliable. Mengalirnya iklim investasi yang memberi banyak lapangan kerja.

Komponen Dasar Electricity Market

Sama halnya dengan pasar jenis lain, electricity market memiliki komponen yang serupa seperti adanya penjual dan pembeli, ada komoditi yang diperjualbelikan, ada alat tukar yang digunakan dan ada aturan main perdagangannya. Komponen yang terakhir merupakan bagian yang paling menarik untuk dibahas sebab merupakan pembahasan holistic yang menyatukan sisi enjiniring dengan ekonomi. Secara umum, model dari deregulated electricity market adalah sebagai berikut :

Dari model di atas, mayoritas komponen merupakan komponen yang lumrah ditemui di bidang ketenagalistrikan. Namun komponen seperti wholesaler dan retailer hanya ditemui di deregulated electricity market. Wholesaler atau pemborong besar dapat diartikan sebagai orang ketiga yang mempertemukan antara penjual dan pembeli. wholesaler dapat berupa pool market yang didalamnya terdapat proses bidding dan auction dari penjual dan pembeli. mekanisme biddingnya pun bisa terbuka dan tertutup, begitu pula hasil auction nya. Saya akan membahas lebih detail tentang hal ini di artikel yang berbeda. Sedangkan retailer adalah pembeli listrik yang dia menjual lagi listrik tersebut dengan skala kecil.

Seperti itulah gambaran umum dari deregulated electricity market. Tentu saja ini hanya kulit kulitnya saja, ke depannya saya berencana menulis beberapa aspek detail dari hal ini. Tulisan ini pun tidak menggiring opini bahwa Negara kita perlu menerapkan hal ini walaupun saya sendiri memiliki pandangan tentang konsep ketenagalistrikan yang berbeda dengan saat ini dan meng-encourage kompetisi di sector ketenagalistrikan, masih ada pertimbangan lain, selain itu pun jenis deregulated electricity market pun berbeda beda tergantung kondisi dari wilayah tersebut.

November 4, 2010 - Posted by | Keelektroan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: