Artikulasi Hati dan Otak

We are What We Choose

Kontemplasi ini muncul saat berada di remote area selama sembilan hari. ketika saya menyaksikan beberapa karyawan yang telah menua dan berada di area yang jauh dari keluarga, tentu membuat saya berpikir dan memproyeksikan diri andai saya menjadi sosok yang tengah saya lihat.

satu pertanyaan yang hinggap ketika saya mendapati diri sebagai mereka yang telah menua adalah : “kenangan masa muda apakah yang saya banggakan? yang bisa saya bangkitkan sembari berharap semoga hal ini menjadi tabungan amal baik di kehidupan selanjutnya?”

tidak ada yang menjanjikan saya surga

pun juga tidak ada yang menjanjikan neraka

hanya setiap pilihan pilihan hiduplah yang bernilai janji baik surga maupun neraka

sepulangnya ke “peradaban”, saya membaca sebuah postingan di milis mengutip tulisan dari Jeff Bezos,  “We are What We Choose”

dan saya sertakan disini kutipan yang saya sukai ”

 

How will you use your gifts? What choices will you make?

Will inertia be your guide, or will you follow your passions?

Will you follow dogma, or will you be original?

Will you choose a life of ease, or a life of service and adventure?

Will you wilt under criticism, or will you follow your convictions?

Will you bluff it out when you’re wrong, or will you apologize?

Will you guard your heart against rejection, or will you act when you fall in love?

Will you play it safe, or will you be a little bit swashbuckling?

When it’s tough, will you give up, or will you be relentless?

Will you be a cynic, or will you be a builder?

Will you be clever at the expense of others, or will you be kind?

 

I will hazard a prediction. When you are 80 years old, and in a quiet moment of reflection narrating for only yourself the most personal version of your life story, the telling that will be most compact and meaningful will be the series of choices you have made. In the end, we are our choices. Build yourself a great story.

 

Hidup kita adalah rangkaian cerita tentang pilihan hidup. pilihan hidup itulah yang kelak akan menjadikan cerita hidup kita menarik atau bisa jadi membosankan. bagaimana cerita hidupmu ketika kelak di masa tua kau membaca dan mendapati kau memilih pilihan yang salah ?

pada akhirnya, kita adalah pilihan-pilihan hidup kita.

Iklan

November 28, 2010 Posted by | kontemplasi | 1 Komentar

Mengarifi hidup, kehidupan, dan cita cita

kontemplasi tengah malam. ketika dibenturkan dengan kenyataan hidup, kita perlu bicara dengan diri kita. menasehati diri sendiri. karena memang musuh yang terbesar adalah mengalahkan diri sendiri (hawa nafsu).

hidup. banyak manusia yang tanpa sadar kita menjalaninya dengan rutinitas. bahkan bisa menjalani tanpa keinsyafanlebih dalam memahami setiap gerak langkah hidup kita. kali ini saya merasa terjebak dalam rutinitas hidup. membosankan dan membuat frustasi. yang saya khawatirkan keadaan ini akan membuat diri meyerah pada kenyataan hidup. menjadi pro status quo yang berujung pada pertanyaan quo vadis hidup kita.

teringat kembali akan peta hidup yang dulu pernah dibuat yang entah hilang kemana. mungkin masuk ke tempat sampah saat pindahan pasca lulus kuliah. tapi saya rindu membacanya kembali. mengingat dan merasa bahwa saya sempat memiliki idealisme hidup yang berpangkal pada kemanfaatan bagi umat. frustasi memang menulis kata kata ini. tapi terkadang jiwa kita butuh katalis dalam mempercepat reaksi pemahaman dan penginsyafan terhadap realita hidup supaya tidak terjebak dan menyerah di dalamnya.

cukuplah romantisme masa lalu itu. manis memang tapi berujung kecewa bila hasilnya tidak sesuai harapan kita. dan saya telah membuat tekad bahwa saya tidak pernah menyesal dengan hidupku sekarang. malah saya bersyukur bahwa saya sampai pada tahap ini. melihat hidup sebagai suatu alur keinsyafan tanpa jeda yang bila kita lengah, kita akan terjebak di dalamnya. ingat, Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

wahai diri, marilah kembali menata hidup kita.cara yang paling ampuh adalah TULISKAN CITA CITA HIDUP KEMBALI!

Baiklah, mari kita mulai dengan :

AKU BERCITA CITA MENJADI EXPERT DI BIDANG ELECTRICITY MARKET

 

bagaimana denganmu?

November 12, 2010 Posted by | kontemplasi | 2 Komentar

Cinta dan Pernikahan

Ada fragmen fiksi yang menarik yang pernah say abaca di suatu milis. Cukup berkesan, walaupun ini hanya fiksi namun tidak ada salahnya bila kita mencoba mengambil kebaikan dari cerita ini:

Diceritakan ada murid yang bertanya pada gurunya. “guru, apakah cinta itu?”

Sang guru tidak serta merta menjelaskan definisi cinta menurutnya, ia ingin muridnya mampu menjawab sendiri pertanyaan pertanyaan dalam hidupnya dan ia hanya mengarahkan saja. “ pergilah engkau ke taman, berjalanlah dari pintu masuk hingga pintu keluar. Carilah bunga terindah yang ada di taman itu, namun jangan sekali kali kamu kembali ke tempat semula untuk mengambil bunga yang telah kau lewati ataupun mengambil bunga lain setelah kau memetik salah satu”, jawab sang guru

Sang murid pun pergi ke taman dan tak lama kemudian ia kembali tanpa membawa setangkai bunga pun. Ia pun berkata pada gurunya

“guru, ketika saya memasuki taman, di sepanjang perjalanan saya sebenarnya menjumpai  bunga yang indah rupawan, namun saya berkeyakinan bahwa ada bunga yang lebih indah lagi yang akan saya temui. Namun hingga pintu keluar, tidak ada bunga yang lebih indah dari bunga yang kutemui pertama kali”

Sang guru hanya menjawab singkat, “begitulah cinta”

Suatu saat, sang murid kembali bertanya, “Guru, apakah pernikahan itu?”

Sang guru pun berkata dengan perkataan yang sama, ““ kembali pergilah engkau ke taman, berjalanlah dari pintu masuk hingga pintu keluar. Carilah bunga terindah yang ada di taman itu, namun jangan sekali kali kamu kembali ke tempat semula untuk mengambil bunga yang telah kau lewati ataupun mengambil bunga lain setelah kau memetik salah satu”, jawab sang guru

Sang murid pun kembali pergi ke taman dan tak lama kemudian ia kembali membawa setangkai bunga.

“itukah bunga yang terindah yang kau temui?”, Tanya sang guru

“sebenarnya, ini bukan bunga yang paling indah yang kutemui tadi di taman. Ketika aku berada di taman, aku menemukan bunga ini. indah, maka aku memutuskan memetiknya dan aku bergegas ke pintu keluar. Namun, sepanjang perjalanan, aku menjumpai banyak bunga lain yang lebih indah. Namun, seperti yang guru katakan, aku tidak memetik bunga yang lain”

Sang guru menjawab singkat, “ itulah pernikahan..”

Ketika kembali menemukan fragmen fiksi ini, aku kembali teringat persepsiku sebelum menikah. Cinta itu harus diperjuangkan, karena aku yakin dia orang yang cocok denganku dan aku bisa menerima dia apa adanya.

Ketika pascapernikahan, aku pun tetap berkeyakinan bahwa dia orang yang tepat untukku, namun kebersamaan aku dan dia harus terus diperjuangkan.

Harus terus diperjuangkan sebab banyak sekali godaan baik eksternal maupun internal yang akan terus mengusik sejalan usia pernikahan kami.

Untuk istriku, terima kasih untuk 5 bulan yang indah dan mari kita memperjuangkan kebersamaan kita hingga ujung waktu.

Harapanku, kelak kita bisa menghadirkan cinta di jalan idealisme dan cita cita di masa dating

Aku mencintaimu

November 5, 2010 Posted by | Blogroll | Tinggalkan komentar

Mengenal Deregulated Electricity Market

Sebelumnya, pembahasan ini hanya memberikan gambaran secara umum tentang electricity market yang telah diberlakukan di banyak Negara di dunia. Ciri khas utama dari electricity market sendiri adalah adanya unbundling dan multi partisipan. Hal yang diharapkan dari electricity market sendiri adalah adanya kompetisi sehat yang menghasilkan harga listrik yang lebih murah, perkembangan teknologi, dan mengalirnya investasi.

Analoginya mungkin seperti penyedia jasa komunikasi sekarang ini. Di Indonesia, banyak provider yang berkompetisi dalam menjaring konsumen. Mereka berlomba menyediakan banyak benefit bagi konsumen yang menggunakan jasa mereka seperti phonecall cost yang murah, sms gratis, hingga nomer hp dengan masa berlaku tak terbatas. Kemudian, dari sisi teknologi, mereka berlomba menyediakan teknologi yang semakin canggih dan memanjakan konsumen. Pada awalnya,mungkin kita hanya mengenal GSM saja, setelah itu muncul CDMA, kemudian muncul teknologi 3G ditambah lagi fitur multimedia dan kamera yang makin maknyuuus.

Sama halnya dengan kompetisi yang diinginkan terjadi di sector ketenagalistrikan, diharapkan akan dihasilkan harga jual listrik yang lebih murah bagi konsumen, teknologi yang makin berkembang yang menyebabkan listrik menjadi reliable. Mengalirnya iklim investasi yang memberi banyak lapangan kerja.

Komponen Dasar Electricity Market

Sama halnya dengan pasar jenis lain, electricity market memiliki komponen yang serupa seperti adanya penjual dan pembeli, ada komoditi yang diperjualbelikan, ada alat tukar yang digunakan dan ada aturan main perdagangannya. Komponen yang terakhir merupakan bagian yang paling menarik untuk dibahas sebab merupakan pembahasan holistic yang menyatukan sisi enjiniring dengan ekonomi. Secara umum, model dari deregulated electricity market adalah sebagai berikut :

Dari model di atas, mayoritas komponen merupakan komponen yang lumrah ditemui di bidang ketenagalistrikan. Namun komponen seperti wholesaler dan retailer hanya ditemui di deregulated electricity market. Wholesaler atau pemborong besar dapat diartikan sebagai orang ketiga yang mempertemukan antara penjual dan pembeli. wholesaler dapat berupa pool market yang didalamnya terdapat proses bidding dan auction dari penjual dan pembeli. mekanisme biddingnya pun bisa terbuka dan tertutup, begitu pula hasil auction nya. Saya akan membahas lebih detail tentang hal ini di artikel yang berbeda. Sedangkan retailer adalah pembeli listrik yang dia menjual lagi listrik tersebut dengan skala kecil.

Seperti itulah gambaran umum dari deregulated electricity market. Tentu saja ini hanya kulit kulitnya saja, ke depannya saya berencana menulis beberapa aspek detail dari hal ini. Tulisan ini pun tidak menggiring opini bahwa Negara kita perlu menerapkan hal ini walaupun saya sendiri memiliki pandangan tentang konsep ketenagalistrikan yang berbeda dengan saat ini dan meng-encourage kompetisi di sector ketenagalistrikan, masih ada pertimbangan lain, selain itu pun jenis deregulated electricity market pun berbeda beda tergantung kondisi dari wilayah tersebut.

November 4, 2010 Posted by | Keelektroan | Tinggalkan komentar