Artikulasi Hati dan Otak

Medan Aktualisasi Pemimpin Alternatif

Wacana pemimpin alternatif deras bergulir seiring makin dekatnya waktu pemilu dan kebosanan akan muka muka lama yang muncul kembali sebagai calon pemimpin bangsa ini. Belum lagi kemenangan barrack obama yang minus pengalaman, namun menghidangkan aroma perubahan pada pemilihan presiden AS. Akan tetapi, wacana ini perlu disinkronkan dengan realitas Bangsa Indonesia yang justru menghambat kemunculan pemimpin alternatif pada posisi puncak kepemimpinan bangsa. Sebab, kondisi saat ini memfasilitasi pemimpin alternatif hanya sebagai pemanis wacana politik semata.

Hambatan pertama kemunculan pemimpin alternatif adalah diberlakukannya UU pilpres yang menyatakan bahwa calon presiden harus didukung oleh kekuatan politik yang memiliki 25% kursi di legislatif dan 20% suara pada pemilu. Secara kalkulasi politik, hanya segelintir partai yang mampu memenuhi syarat tersebut, dan partai – partai tersebut jelas mengelus calon calon yang itu – itu saja.

Hambatan kedua datang dari masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Masyarakat Indonesia lebih memilih calon dengan popularitas tertinggi daripada calon dengan visi misi dan kapabilitas kepemimpinan yang mumpuni. Sinyalemen ini jelas terlihat dengan makin bertaburnya bintang bintang layar kaca yang berada di pentas politik, dan mayoritas sebagai badut penarik suara saja. Tentu saja hal ini bukan karena kebetulan calonnya artis, tapi lebih pada ke-paranoid-an parpol akan penurunan jumlah pemilih. Bahkan, mantan-mantan presiden Indonesia yang jelas gagal dalam masa kepemimpinannya menyatakan siap bertarung kembali dalam pemilihan presiden karena dukungan masyarakat Indonesia yang mengkultuskannya.

faktor inhibitor diatas jelas menjegal langkah pemimpin alternatif di ranah politik. Sehingga, kemunculan pemimpin alternatif di ranah politik akan sia sia. Maka dari itu, pemimpin – pemimpin alternatif perlu memikirkan kembali kemunculannya di ranah politik, atau lebih tepatnya memikirkan kembali medan perjuangan non-politiknya.

Lahan – lahan hijau yang masih bisa digarap oleh pemimpin alternatif adalah bidang ekonomi & bisnis, serta sosial-kemasyarakatan khususnya pencerdasan masyarakat. Kedua ranah tersebut merupakan ranah potensial yang bila digarap optimal akan mampu memfasilitasi jalan datangnya pemimpin alternatif di ranah politik. Letak potensi ranah ekonomi & bisnis, serta sosial kemasyarakatan ada pada potensi pemenuhan kebutuhan dasar manusia berupa sandang, pangan, rumah, dan pendidikan.

Bukan tidak mungkin masa depan kepemimpinan bangsa terletak pada figur figur pemimpin di ranah ekonomi&bisnis, serta sosial-kemasyarakatan. Dalam bidang ekonomi&bisnis, china telah membuktikan bahwa dengan semangat entrepreneurship, taraf hidup masyarakat China perlahan tapi pasti membaik hingga tahun 2005, PDB China 2,2638 Triliun US$ menjadikannya negara dengan ekonomi terbesar keempat dunia, menggeser Inggris. Maka tidak heran China telah menjadi raksasa ekonomi dunia saat ini. Hal ini diimbangi pula perbaikan dalam sektor sosial-kemasyarakatan khususnya pencerdasan masyarakat China. Sebab, tanpa sumber daya manusia yang mumpuni, negara sekaya apapun cuma menjadi lahan yang diperebutkan pemilik modal dan penduduknya dijadikan kuli murahan.

Maka dari itu, jelas yang harus disadari oleh segenap pemimpin bangsa ini, baik yang alternatif maupun bukan, bahwa perjuangan pembangunan Indonesia tidak sebatas agenda lima tahunan semata. Perjuangan pembangunan Indonesia merupakan jalan hidup sang pemimpin atau lebih tepatnya generasi pemimpin, sebab wahananya bukan hanya kepemimpinan politik semata, namun juga kepemimpinan di semua lini strategis bangsa, sehingga diperlukan kerja sama kepemimpinan dalam merealisasikan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. Toh, bagi pemimpin sejati, tidaklah penting ia seorang presiden atau bukan, yang lebih penting adalah bagaimana hidupnya bisa mendatangkan kemanfaatan secara optimal bagi sebanyak – banyak manusia.

November 20, 2008 - Posted by | kebangsaan, kontemplasi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: