Artikulasi Hati dan Otak

Pola Pikir Capres kok….

Abis baca di web nih tentang pola pikirnya Ibu Mega. terlepas dipelintir ato tidaknya, tapi secara garis besar pendapat beliau adalah bahwasanya menjadi pemimpin itu tidak harus memiliki pendidikan tinggi..toh Rasulullah saja tidak berpendidikan tinggi..

tziiinnggg…mikir saya. kok nampak ada missing link dalam pola pikir Ibunda Mega ini ?sebenarnya sederhana saja sih..emangnya di arab pas zaman segono ada universitas semacam Harvard ato MIT ?minimal UI ato ITB ato universitas laen lah ?

disinilah kegagalan seorang pemimpin dalam mengolah pola pikirnya dalam memandang masa lalu dan masa kini ato bahkan masa depan. mega kok serasa hidup di jaman suku suku, tapi dengan infrastruktur masa kini ?aneh mungkin kedengerannya.

mega gagal menangkap esensi pendidikan itu sendiri. apa sih makna dari pendidikan tinggi ? dari pemaknaan ini saja mega sudah gagal. mega hanya menilai pendidikan tinggi sebatas gelar S1, S2 ato S3 segala rupa. terbatas disana. hingga kemudian menilai Rasulullah tidak berpendidikan tinggi karena tidak bergelar strata.  yah barangkali mega ga tau kalo pas kecilnya Rasulullah udah ikutan rapat rapat orang besar di sukunya, diajak kakeknya Abdul Muthallib dengan alasan supaya RAsulullah menjadi orang yang bijaksana. kemudian RAsulullah sendiri dididik dari sumber pendidikan Maha Tinggi yaitu Allah SWT, LANGSUNG!!!, so apakah Mega mau bilang kalo RAsulullah tidak berpendidikan tinggi ?

apakah pendidikan tinggi dilihat dari dia punya gelar ato tidak ?

harusnya Mega melihat tentang revolusi apa saja yang telah dibuat oleh RAsulullah..itu kongkret. mana mungkin seseorang dengan pendidikan rendah mampu memvisikan sebuah perubahan besar dalam bidang sosial kemasyarakatan yang meliputi bidang yang amat kompleks termasuk ilmu pengetahuan, sosial kemasyarakatan, politik, ekonomi, dll ke arah yang gemilang. berapa banyak gelar tuh yang harusnya Rasulullah dapet ? Insinyur, Sarjana ekonomi, sarjana politik, sarjana hukum, dll..tapi semuanya terangkum dalam satu gelar saja. Arsitek Peradaban.

so Bu Mega, mungkin harus lebih sering berkontemplasi saja..jangan keburu make emosi dalam mengeluarkan statemennya sebab kualitas kepemimpinan anda salah satunya ditentukan dari apa yang anda katakan.

yah bagi saya sendiri, setidaknya pilihan saya untuk memilih presiden bertambah sedikit opsinya…

Maret 20, 2008 - Posted by | Blogroll

4 Komentar »

  1. Yup, pentolan PDIP satu itu memang “aneh”. Ngomong koq gak dipikir dulu, kalo mau buat komparasi jangan bawa Rasulullah segala donk.

    Cara pikir Bu Mega sama aja dengan para pria yang mikir poligami, toh Rasulullah juga bisa punya istri lebih dari 1 toh. Bagaimana mau jadi pemimpin kalo cara pikirnya, akal pendek begini.

    Komentar oleh atrix | Maret 20, 2008 | Balas

  2. Setuju bib, kata – kata seseorang itu menunjukkan sebarapa tingkat pendidikannya, apa yang diungkapkan bu mega teh jadi semacam boomerangbuat beliau
    Atau itu memangupaya pembelaan beliau aja ya?
    Toh sekuat apapun membela diri, masyarakatlah yang akan menilai …

    Komentar oleh Uchan | April 19, 2008 | Balas

  3. bo….. hahahaha si ibu di suruh mimpin diri sendiri ajah dulu kaliah.. baru orang bnyak..🙂

    Komentar oleh GlitterPury | Mei 7, 2008 | Balas

  4. bib, idenya diminta ya..buat bikin tulisan. kalo goal, traktir deh.. he..he..

    Komentar oleh Hendro | Juli 23, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: