Artikulasi Hati dan Otak

Permainan Royal Game, Studi Banding dan Studi Literatur

baru – baru ini heboh tentang polemik pembukaan tempat “adu ketangkasan” yang namanya royal game. barangkali masih banyak orang yang bingung seperti apa sih yang namanya royal game itu ? gambarnya ada di atas. sekilas semacam ama permainan triple fruit dan sejenisnya. kalau permainan triple fruit sendiri, apabila keluar gambar yang sama bakal dapet jackpot. bila royal game adalah sejenis ini, maka kurang lebih seperti itulah permainannya.

studi banding pertama adalah studi banding lokasi. ada satu buah kota yang kuat nuansa keagamaannya, namanya Maastricht, lokasinya di belanda. di kota ini, permainan ini dilarang masuk sebab oleh pemerintah belanda diklasifikasikan sebagai judai dan dipajaki sebagai judi. nah, masyarakat Maastricht yang merupakan pemeluk kristen taat menolak dan menyatakan itu judi, hal tersebut didukung oleh Partai Kristen Demokrat dan Partai Sosialis.

Studi pembanding yang kedua adalah dalam segi konten permainan. kalo melihat permainan triple fruit, maka esensi untung – untungannya itu kental banget. nah, dari analogi ini, maka bisa jadi royal game pun demikian (belom pernah maen royal game, jadi analoginya dengan permainan triple fruit yang pernah saya lihat di film- film). berdasarkan buku Halal dan Haram karya Dr. Yusuf Qardawi, di halaman 345 tentang permainan dadu dan catur, kutipannya :

Karena itu, para ulama mengatakan. “yang menjadi ciri dadu adalah untung – untungan (spekulasi), sehingga sama dengan azlam. sedang ciri – ciri catur adalah kecerdasan dan latihan, sehingga sama dengan lomba panahan”.

Azlam disebut juga qadah, yaitu semacam anak panah yang biasa dipakai oleh orang-orang Arab jahiliah, sebanyak tiga buah:

Pertama, tertulis: aku diperintah Tuhan.
Kedua, tertulis: aku dilarang Tuhan.
Ketiga, kosong.

Kalau mereka bermaksud akan bepergian atau kawin dan sebagainya mereka pergi ke tempat berhala yang di situ ada azlam, kemudian mereka mencari untuk mengetahui apa yang akan diberikan kepada mereka itu dalam hal bepergian, peperangan dan sebagainya dengan jalan mengundi tiga batang anak panah tersebut. Kalau yang keluar itu anak panah yang tertulis aku diperintah Tuhan, maka dia laksanakan kehendaknya itu. Dan jika yang keluar itu anak panah yang tertulis aku dilarang Tuhan, maka mereka bekukan rencananya itu. Tetapi kalau yang keluar anak panah yang kosong, maka mereka ulangi beberapa kali, sehingga keluarlah anak panah yang memerintah atau yang melarang.

maka, dari keterangan tersebut, bisa ditarik kesimpulan bahwa segala permainan yang konen permainannya lebih dominan untung untungan (spekulasi) sama dengan azlam. sedangkan azlam sendiri adalah batil.

demikian..wallahualam

Desember 28, 2007 - Posted by | Blogroll

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: