Artikulasi Hati dan Otak

Ayat ayat Cinta…

Ayat – ayat cinta telah menjadi fenomena tersendiri di Indonesia. Hingga saat ini, novel tersebut telah dicetak lebih dari 300 ribu buku, sangat fenomenal. alur cerita dari novel itu, tak bisa saya gambarkan disini, speechless saya….Film nya pun yang akan diputar sekitar awal tahun 2008 Nampak ditunggu – tunggu oleh para pembaca novel dan masyarakat luas pada umumnya. Hal ini terlihat dari jumlah pengunjung situs Youtube yang melihat trailer ayat – ayat cinta yang mencapai 13 ribu orang. Bukan tidak mungkin film ini akan meledak.

Namun, bukan film atau novelnya yang akan saya bahas. Saya lebih tertarik pada tulisan Hanung Bramantyo, sutradara dari ayat – ayat Cinta yang ada pada blog pribadinya, http://hanungbramantyo.multiply.com/journal/item/9

Saya tertarik dengan perbincangan hanung dan produser dimana produsernya mempertanyakan apaah film ini bakal laku karena “terlalu berat” kontennya. Bahkan ada konten bagus yang akan dihilangan, berikut kutipannya :

“Tidak jarang aku berperang mulut dengan producerku ketika meminta adegan Talaqi dibuang. Karena boring dan membuat penonton mengantuk. Lalu beberapa adegan yang bersifat perenungan, seperti pada saat Fahri dipenjara dan menemukan hakikat kesabaran dan keikhlasan dari seorang penghuni penjara yang absurd (dalam novel digambarkan sebagai seorang professor agama bernama Abdul Rauf), Tetapi di Film saya adaptasi sebagai sosok imajinatif, bergaya liar, bermuka buruk tetapi memiliki hati bersih dan suara yang sangat tajam melafatskan kebenaran. Semua adegan itu diminta untuk dibuang atau dikurangi dan lebih mementingkan adegan romans seperti AADC ataupun Kuch Kuch Hotahai …”

Memang secara dzahir saat ini anak – anak muda kita gandrung terhadap hal hal yang sifatnya instan, pop, bahkan hedonistic, bukan hal yang sifatnya lebih berat ke aspek perenungan. Memang demikian adanya, Tapi dalam opini saya, saya melihat sesuatu yang berbeda. Okelah saat ini pemuda pemudi kita suka hal instan, pop dan hedon. Tapi, melihat dari tingginya penjualan novel ayat – ayat cinta, saya pikir mampu membuktikan bahwa kebutuhan akan penyampaian nilai nilai perenungan dengan cara yang indah dan bisa dipahami mereka pun tak kalah tinggi. Inilah yang harus menjadi concern kita bersama. Para pemuda dan pemudi serta rakyat Indonesia muslim secara keseluruhan membutuhkan secercah cahaya, setelaga oase pemuas dahaga mereka akan tuntunan agama yang memberi ketenangan batin pada mereka, ini fitrah.

Pada akhirnya, semoga film ini mampu memberikan sedikit (saya harap banyak) penyegaran pada pikiran pikiran kita semua sehingga mampu memacu semangat untuk mendalami agama.

 

Desember 28, 2007 Posted by | kontemplasi | 12 Komentar

Permainan Royal Game, Studi Banding dan Studi Literatur

baru – baru ini heboh tentang polemik pembukaan tempat “adu ketangkasan” yang namanya royal game. barangkali masih banyak orang yang bingung seperti apa sih yang namanya royal game itu ? gambarnya ada di atas. sekilas semacam ama permainan triple fruit dan sejenisnya. kalau permainan triple fruit sendiri, apabila keluar gambar yang sama bakal dapet jackpot. bila royal game adalah sejenis ini, maka kurang lebih seperti itulah permainannya.

studi banding pertama adalah studi banding lokasi. ada satu buah kota yang kuat nuansa keagamaannya, namanya Maastricht, lokasinya di belanda. di kota ini, permainan ini dilarang masuk sebab oleh pemerintah belanda diklasifikasikan sebagai judai dan dipajaki sebagai judi. nah, masyarakat Maastricht yang merupakan pemeluk kristen taat menolak dan menyatakan itu judi, hal tersebut didukung oleh Partai Kristen Demokrat dan Partai Sosialis.

Studi pembanding yang kedua adalah dalam segi konten permainan. kalo melihat permainan triple fruit, maka esensi untung – untungannya itu kental banget. nah, dari analogi ini, maka bisa jadi royal game pun demikian (belom pernah maen royal game, jadi analoginya dengan permainan triple fruit yang pernah saya lihat di film- film). berdasarkan buku Halal dan Haram karya Dr. Yusuf Qardawi, di halaman 345 tentang permainan dadu dan catur, kutipannya :

Karena itu, para ulama mengatakan. “yang menjadi ciri dadu adalah untung – untungan (spekulasi), sehingga sama dengan azlam. sedang ciri – ciri catur adalah kecerdasan dan latihan, sehingga sama dengan lomba panahan”.

Azlam disebut juga qadah, yaitu semacam anak panah yang biasa dipakai oleh orang-orang Arab jahiliah, sebanyak tiga buah:

Pertama, tertulis: aku diperintah Tuhan.
Kedua, tertulis: aku dilarang Tuhan.
Ketiga, kosong.

Kalau mereka bermaksud akan bepergian atau kawin dan sebagainya mereka pergi ke tempat berhala yang di situ ada azlam, kemudian mereka mencari untuk mengetahui apa yang akan diberikan kepada mereka itu dalam hal bepergian, peperangan dan sebagainya dengan jalan mengundi tiga batang anak panah tersebut. Kalau yang keluar itu anak panah yang tertulis aku diperintah Tuhan, maka dia laksanakan kehendaknya itu. Dan jika yang keluar itu anak panah yang tertulis aku dilarang Tuhan, maka mereka bekukan rencananya itu. Tetapi kalau yang keluar anak panah yang kosong, maka mereka ulangi beberapa kali, sehingga keluarlah anak panah yang memerintah atau yang melarang.

maka, dari keterangan tersebut, bisa ditarik kesimpulan bahwa segala permainan yang konen permainannya lebih dominan untung untungan (spekulasi) sama dengan azlam. sedangkan azlam sendiri adalah batil.

demikian..wallahualam

Desember 28, 2007 Posted by | Blogroll | Tinggalkan komentar

Pembunuhan Bhutto dan Stigmatisasi Islam Sebagai Teroris

Tak bisa dipungkiri, terbunuhnya benazir bhutto telah meninggalkan duka tersendiri bagi dunia. belasungkawa berdatangan dari segala penjuru dunia, dari washington hingga afghanistan. pembunuhan bermotif politik yang kejam ini memberikan catatan merah bagi pelaksanaan demokrasi di kancah perpolitikan asia dan merupakan langkah mundur dari pelaksanaan demokrasi.

tak selang beberapa lama, Al Qaidah menyatakan bertanggung jawab atas pembunuhan bhutto (lihat http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/tgl/28/time/022912/idnews/871814/idkanal/10)

pernyataan ini tentu saja menyebabkan dunia mengetahui pihak mana yang pantas dipersalahkan dari pembunuhan bhutto ini.

adalah sangat disesalkan sekali kejadian ini harus dilakukan oleh bagian dari umat islam. hal ini bisa memicu stigmatisasi islam sebagai teroris di kalangan masyarakat barat akan semakin meluas. pada akhirnya, kebencian pada islam sendiri akan mengemuka.

pernyataan komandan Al Qaidah yang menyatakan bahwa Aset aset berharga milik amerika akan dikalahkan oleh para mujahid menjadi alasan mengapa pembunuhan itu terjadi. hal ini sangat disesalkan karena apakah tidak ada jalan yang lebih baik daripada membunuh ?

jika mencoba berpikir dan memahami motif Al Qaidah ini, bisa jadi hal ini disebabkan oleh cara menyikapi kafir Dzimmi dan kafir Harbi. amerika mungkin dianggap sebagai kafir harbi oleh Al Qaidah dan aset asetnya harus dihancurkan. disinilah letak ketidaksepakatan saya. cara “menghancurkan” dengan jalan menghilangkan nyawa adalah cara yang jauh dari santun. bukankah jalan lewat kekuatan politik, ekonomi, atau budaya adalah jalan yang lebih baik dibandingkan dengan jalan perang terbuka dengan senjata ? bagi saya, penggunaan senjata oleh Al Qaidah dalam rangka melawan kebijakan Amerika yang sewenang – wenang hanya menunjukkan bahwa umat islam memang termarjinalkan dari kekuatan politik, ekonomi, dan budaya dunia.

Desember 28, 2007 Posted by | Blogroll | Tinggalkan komentar