Artikulasi Hati dan Otak

Taujih Rabbani

Saat pulang kemarin, saya cukup terhenyak saat menonton televisi dan mengetahui bahwasanya seorang public figure telah mengubah keyakinannya, menjadi non muslim. Beliau mengatakan bahwasanya beliau merasa menemukan kebenaran di agama barunya. Saya tidak hendak menggugat keputusannya berpindah keyakinannya, karena hidaya semata – mata urusan Allah. Allah yang menganugerahkannya, Allah jua yang berkehendak mencabutnya. Kita, manusia hanya berjuang mencari hidayah dan mempertahankannya.

Namun, saya sangat menyesalkan bahwa alasannya berpindah keyakinan semata – mata karena ia merasa bahwa ia menemukan kebenaran dalam agama barunya. Bukan saya menggugat kebenaran agama barunya, tapi apakah ia tidak menemukan kebenaran jua dalam agama islam ini? Lantas, seberapa besar usaha ia dan kita tentu saja untuk terus istiqomah berada di jalan islam ataupun jua terus mencari hidayah Allah ?

Parameter yang paling jelas adalah interaksi kita dengan Al Quran. Bagaimanapun jua, Al Quran adalah taujih rabbani, pembelajaran langsung dari Ilahi Rabbi. Interaksi seorang muslim dengan Al Quran adalah manifestasi konsistensi dalam berislam. Saya ingin sejenak merenungi terjemah dan tafsir dari surat Al An’am ayat 92 dan 155

“Dan ini adalah kitab yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah. Membenarkan kitab – kitab yang diturunkan sebelumnya dan agar engkau member peringatan kepada penduduk ummul Qura (mekkah) dan orang – orang yang ada disekitarnya. Orang – orang yang beriman kepada (kehidupan) akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran), dan merewka selalu memelihara shalatnya”

“Dan ini adalah kitab (Al Quran) yang Kami turunkan dengan penuh berkah. Ikutilah dan bertakwalah agar kamu bertakwa dan mendapat rahmat”

Dalam ayat tersebut ada kata Mubarak yang berasal dari kata barkah (berkah –Indonesia) yang berarti kebajikan yang melimpah dan beraneka ragam serta berkesinambungan. Keberkatan Ilahi datang dari arah yang sering kali tidak terduga atau dirasakan secara material dan tidak pula dapat dibatasi atau bahkan diukur. Segala penambahan yang tidak terukur indra inilah yang dinamai berkah.

Adanya berkat pada sesuatu berarti adanya kebajikan yang menyertai sesuatu, misalnya keberkahan pada makanan, bisa mendatangkan kesehatan, mencegah penyakit, mendorong aktivitas positif dan sebagainya. Itulah yang membedakan makanan yang berkah dengan makanan yang tidak berkah, karena bisa jadi setelah makan yang tidak berkah kita malah terlena dan malah tidak bisa melakukan aktivitas positif karena kekenyangan.

Kembali pada Al Quran. Al Quran adalah kitab yang mantap karena kandungannya hak (benar), sehingga ia tidak berubah. Di sisi lain, kitab ini pun penuh berkah karena yang menurunkannya adalah Allah swt, sumber segala kebaikan, yang menerimanya pun Muhammad SAW yang hidupnya mencerminkan kehidupan penuh kebaikan. Membacanya pun penuh berkah, hal ini dikuatkan dengan banyaknya orang yang menghafal dengan mudah walaupun tidak mengerti artinya. Berkahnya juga ada pada pengaruh positif yang ditimbulkannya pada manusia dalam kisah sukses dan keberhasilan dari orang yang mengamalkannya secara konsisten.

Betapa dekat tuntunan Al Quran pada jiwa manusia yang memelihara fitrah kesuciannya…

Desember 24, 2007 - Posted by | kontemplasi, Taushiyah

1 Komentar »

  1. Assallammu’alaikum wr wb
    sungguh sangat disayangkan sekali disuatu dan kondisi yang kian memburuk masih saja dapat berfikiran untuk tidak konsisten dan istiqamah pada islam padahal didalam AL-Quran telah dijelaskan semua mengenai kehidupan didunia&diakhirat.
    Islam merupakan solution bagi seluruh makhluk dimuka bumi dan jagad raya ini.

    Komentar oleh mujahidah | Juni 18, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: