Artikulasi Hati dan Otak

Ayat ayat Cinta…

Ayat – ayat cinta telah menjadi fenomena tersendiri di Indonesia. Hingga saat ini, novel tersebut telah dicetak lebih dari 300 ribu buku, sangat fenomenal. alur cerita dari novel itu, tak bisa saya gambarkan disini, speechless saya….Film nya pun yang akan diputar sekitar awal tahun 2008 Nampak ditunggu – tunggu oleh para pembaca novel dan masyarakat luas pada umumnya. Hal ini terlihat dari jumlah pengunjung situs Youtube yang melihat trailer ayat – ayat cinta yang mencapai 13 ribu orang. Bukan tidak mungkin film ini akan meledak.

Namun, bukan film atau novelnya yang akan saya bahas. Saya lebih tertarik pada tulisan Hanung Bramantyo, sutradara dari ayat – ayat Cinta yang ada pada blog pribadinya, http://hanungbramantyo.multiply.com/journal/item/9

Saya tertarik dengan perbincangan hanung dan produser dimana produsernya mempertanyakan apaah film ini bakal laku karena “terlalu berat” kontennya. Bahkan ada konten bagus yang akan dihilangan, berikut kutipannya :

“Tidak jarang aku berperang mulut dengan producerku ketika meminta adegan Talaqi dibuang. Karena boring dan membuat penonton mengantuk. Lalu beberapa adegan yang bersifat perenungan, seperti pada saat Fahri dipenjara dan menemukan hakikat kesabaran dan keikhlasan dari seorang penghuni penjara yang absurd (dalam novel digambarkan sebagai seorang professor agama bernama Abdul Rauf), Tetapi di Film saya adaptasi sebagai sosok imajinatif, bergaya liar, bermuka buruk tetapi memiliki hati bersih dan suara yang sangat tajam melafatskan kebenaran. Semua adegan itu diminta untuk dibuang atau dikurangi dan lebih mementingkan adegan romans seperti AADC ataupun Kuch Kuch Hotahai …”

Memang secara dzahir saat ini anak – anak muda kita gandrung terhadap hal hal yang sifatnya instan, pop, bahkan hedonistic, bukan hal yang sifatnya lebih berat ke aspek perenungan. Memang demikian adanya, Tapi dalam opini saya, saya melihat sesuatu yang berbeda. Okelah saat ini pemuda pemudi kita suka hal instan, pop dan hedon. Tapi, melihat dari tingginya penjualan novel ayat – ayat cinta, saya pikir mampu membuktikan bahwa kebutuhan akan penyampaian nilai nilai perenungan dengan cara yang indah dan bisa dipahami mereka pun tak kalah tinggi. Inilah yang harus menjadi concern kita bersama. Para pemuda dan pemudi serta rakyat Indonesia muslim secara keseluruhan membutuhkan secercah cahaya, setelaga oase pemuas dahaga mereka akan tuntunan agama yang memberi ketenangan batin pada mereka, ini fitrah.

Pada akhirnya, semoga film ini mampu memberikan sedikit (saya harap banyak) penyegaran pada pikiran pikiran kita semua sehingga mampu memacu semangat untuk mendalami agama.

 

Desember 28, 2007 Posted by | kontemplasi | 12 Komentar

Permainan Royal Game, Studi Banding dan Studi Literatur

baru – baru ini heboh tentang polemik pembukaan tempat “adu ketangkasan” yang namanya royal game. barangkali masih banyak orang yang bingung seperti apa sih yang namanya royal game itu ? gambarnya ada di atas. sekilas semacam ama permainan triple fruit dan sejenisnya. kalau permainan triple fruit sendiri, apabila keluar gambar yang sama bakal dapet jackpot. bila royal game adalah sejenis ini, maka kurang lebih seperti itulah permainannya.

studi banding pertama adalah studi banding lokasi. ada satu buah kota yang kuat nuansa keagamaannya, namanya Maastricht, lokasinya di belanda. di kota ini, permainan ini dilarang masuk sebab oleh pemerintah belanda diklasifikasikan sebagai judai dan dipajaki sebagai judi. nah, masyarakat Maastricht yang merupakan pemeluk kristen taat menolak dan menyatakan itu judi, hal tersebut didukung oleh Partai Kristen Demokrat dan Partai Sosialis.

Studi pembanding yang kedua adalah dalam segi konten permainan. kalo melihat permainan triple fruit, maka esensi untung – untungannya itu kental banget. nah, dari analogi ini, maka bisa jadi royal game pun demikian (belom pernah maen royal game, jadi analoginya dengan permainan triple fruit yang pernah saya lihat di film- film). berdasarkan buku Halal dan Haram karya Dr. Yusuf Qardawi, di halaman 345 tentang permainan dadu dan catur, kutipannya :

Karena itu, para ulama mengatakan. “yang menjadi ciri dadu adalah untung – untungan (spekulasi), sehingga sama dengan azlam. sedang ciri – ciri catur adalah kecerdasan dan latihan, sehingga sama dengan lomba panahan”.

Azlam disebut juga qadah, yaitu semacam anak panah yang biasa dipakai oleh orang-orang Arab jahiliah, sebanyak tiga buah:

Pertama, tertulis: aku diperintah Tuhan.
Kedua, tertulis: aku dilarang Tuhan.
Ketiga, kosong.

Kalau mereka bermaksud akan bepergian atau kawin dan sebagainya mereka pergi ke tempat berhala yang di situ ada azlam, kemudian mereka mencari untuk mengetahui apa yang akan diberikan kepada mereka itu dalam hal bepergian, peperangan dan sebagainya dengan jalan mengundi tiga batang anak panah tersebut. Kalau yang keluar itu anak panah yang tertulis aku diperintah Tuhan, maka dia laksanakan kehendaknya itu. Dan jika yang keluar itu anak panah yang tertulis aku dilarang Tuhan, maka mereka bekukan rencananya itu. Tetapi kalau yang keluar anak panah yang kosong, maka mereka ulangi beberapa kali, sehingga keluarlah anak panah yang memerintah atau yang melarang.

maka, dari keterangan tersebut, bisa ditarik kesimpulan bahwa segala permainan yang konen permainannya lebih dominan untung untungan (spekulasi) sama dengan azlam. sedangkan azlam sendiri adalah batil.

demikian..wallahualam

Desember 28, 2007 Posted by | Blogroll | Tinggalkan komentar

Pembunuhan Bhutto dan Stigmatisasi Islam Sebagai Teroris

Tak bisa dipungkiri, terbunuhnya benazir bhutto telah meninggalkan duka tersendiri bagi dunia. belasungkawa berdatangan dari segala penjuru dunia, dari washington hingga afghanistan. pembunuhan bermotif politik yang kejam ini memberikan catatan merah bagi pelaksanaan demokrasi di kancah perpolitikan asia dan merupakan langkah mundur dari pelaksanaan demokrasi.

tak selang beberapa lama, Al Qaidah menyatakan bertanggung jawab atas pembunuhan bhutto (lihat http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/tgl/28/time/022912/idnews/871814/idkanal/10)

pernyataan ini tentu saja menyebabkan dunia mengetahui pihak mana yang pantas dipersalahkan dari pembunuhan bhutto ini.

adalah sangat disesalkan sekali kejadian ini harus dilakukan oleh bagian dari umat islam. hal ini bisa memicu stigmatisasi islam sebagai teroris di kalangan masyarakat barat akan semakin meluas. pada akhirnya, kebencian pada islam sendiri akan mengemuka.

pernyataan komandan Al Qaidah yang menyatakan bahwa Aset aset berharga milik amerika akan dikalahkan oleh para mujahid menjadi alasan mengapa pembunuhan itu terjadi. hal ini sangat disesalkan karena apakah tidak ada jalan yang lebih baik daripada membunuh ?

jika mencoba berpikir dan memahami motif Al Qaidah ini, bisa jadi hal ini disebabkan oleh cara menyikapi kafir Dzimmi dan kafir Harbi. amerika mungkin dianggap sebagai kafir harbi oleh Al Qaidah dan aset asetnya harus dihancurkan. disinilah letak ketidaksepakatan saya. cara “menghancurkan” dengan jalan menghilangkan nyawa adalah cara yang jauh dari santun. bukankah jalan lewat kekuatan politik, ekonomi, atau budaya adalah jalan yang lebih baik dibandingkan dengan jalan perang terbuka dengan senjata ? bagi saya, penggunaan senjata oleh Al Qaidah dalam rangka melawan kebijakan Amerika yang sewenang – wenang hanya menunjukkan bahwa umat islam memang termarjinalkan dari kekuatan politik, ekonomi, dan budaya dunia.

Desember 28, 2007 Posted by | Blogroll | Tinggalkan komentar

Kebanyakan Gula Ternyata Bikin Pikun

buat yang suka makan coklat atau ngemil gula merah kayak saya..ternyata kudu waspada nih..

Selama ini gula merupakan kambing hitam dari rusaknya lapisan gigi, serta penyakit diabetes. Tapi ternyata, kadar gula yang berlebih dalam tubuh seseorang juga dapat mengakibatkan pikun.

Sebuah Studi dilakukan oleh Dr. Dongfeng Cao dan tim dari Universitas Alabama di Birmingham. Eksperimen mereka dilakukan terhadap dua ekor tikus. Tikus yang pertama diberi konsumsi air, sedangkan yang kedua diberi konsumsi air gula.

Setelah beberapa waktu, kedua tikus itu diberikan semacam tes pembelajaran memori. Tikus yang diberi konsumsi air gula ternyata memiliki gangguan memori (Alzheimer) lebih besar ketimbang tikus yang hanya mengkonsumsi air putih biasa.

Dalam penelitian itu juga terungkap bahwa penurunan ingatan tikus yang mengkonsumsi air gula jumlahnya signifikan dibanding tikus yang lain.

Penelitian ini dibuat karena kenaikkan konsumsi gula yang melonjak akhir-akhir ini. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membuat masyarakat mengontrol konsumsi gula mereka.

Para peneliti belum menemukan hubungan antara penyakit diabetes dengan pertambahan resiko kepikunan. Namun meereka menyimpulkan mengontrol konsumsi makanan bergula merupakan langkah yang efektif untuk mengurangi resiko perkembangan penyakit Alzheimer juga pikun.

Desember 25, 2007 Posted by | Blogroll | 3 Komentar

Memandang Brain Drain Dari Perspektif Kebutuhan dan Nasionalisme

Fenomena brain drain menjadi sebuah fakta miris yang harus dihadapi Negara – Negara dunia terutama Negara dunia ketiga termasuk Indonesia. Fenomena ini ditandai dengan beremigrasinya individu – individu bertalenta, berpendidikan, dan terlatih ke Negara lain. Beberapa sebab ditengarai sebagai pemicu fenomena ini, sebut saja masalah penghasilan dan kesempatan kerja sampai kebebasan dalam menentukan pilihan – pilihan hidup. Bila dikaitkan dengan perspektif nasionalisme, apakah individu – individu ini kurang memiliki rasa nasionalisme atau malah pemerintah sendiri kurang memberi kesempatan pada warga negaranya untuk tumbuh berkembang mengaktualisasikan dirinya ?

Bila menganalisis motif terjadinya brain drain sekaligus memadukannya dengan hierarki maslow, ada beberapa alasan yang patut diberi perhatian penuh yaitu, kebutuhan materi dan kebutuhan aktualisasi diri. Kedua kebutuhan ini menempati posisi berkebalikan dari hierarki maslow, kebutuhan materi menempati posisi paling dasar sedangkan kebutuhan aktualisasi diri menempati posisi paling atas. Bila menilik penelitian di Amerika, fenomena brain drain ini terjadi pada usia 24 – 35 tahun yang merupakan masa pasca kampus dimana manusia masih belum mapan secara finansial. Dari fakta ini, bisa ditarik kesimpulan bahwasanya kebutuhan materi menjadi alasan utama bagi pelaku brain drain.

Fenomena brain drain demi alasan materi yang menimpa generasi muda, bukan Cuma di Negara kita namun juga di berbagai belahan dunia seakan menegaskan bahwa semangat kebangsaan mulai luntur seiring derasnya arus globalisasi. Peran Negara – Negara dunia menjadi semacam capital collector dengan human capital sebagai objeknya. Maka Negara dengan daya tarik paling besar akan menang.

Melihat fenomena ini, peran nasionalisme bangsa menjadi sempit sekali sebab sebatas kecintaan pada tempat lahir, sedangkan partisipasi peran dalam pembangunan bangsa menjadi kecil. Maka, scenario global state memang masuk akal dengan didukung fakta ini.  Hal inilah yang harus segera disadari seluruh elemen bangsa agar tidak terjebak dalam scenario global ini.

Bila melihat kondisi demikian, peran lebih pemimpin sebagai penggerak semangat nasionalisme menjadi sebuah keniscayaan. Tidak sebatas pemimpin dalam tataran pemerintahan, namun yang lebih penting lagi adalah pemimpin – pemimpin komunitas yang lebih dekat dengan masyarakatnya. Pemimpin – pemimpin inilah yang seharusnya menjadi penyala obor nasionalisme yang mulai luntur terutama di kalangan generasi mudanya sehingga mampu menghindari fenomena brain drain.

Nasionalisme inilah yang mulai meluntur di kalangan generasi muda sehingga fenomena brain drain terjadi. Hal ini bisa dipahami mengingat bila kita coba memadukan nasionalisme dalam kerangka hierarki maslow sendiri, nasionalisme hanya akan muncul pada orang – orang yang telah sampai di kebutuhan puncak yaitu kebutuhan aktualisasi diri. Maka dari itu, perlu langkah – langkah strategis dalam menumbuhkan nasionalisme dengan mencukupi kebutuhan individu – individunya. Dalam hal ini, kita harus belajar banyak dari Taiwan.

Taiwan menjadi contoh istimewa dari parahnya mereka mengalami brain drain, sekaligus betapa suksesnya mereka menggaet para braindrainernya untuk kembali atau berkontribusi positif terhadapnegaranya. Tahun 1970-an, posisi Taiwan adalah layaknya Indonesia saat ini. Saat itu, Taiwan adalah tipikal negara berkembang yang hanya bisa menyuplai banyak tenaga kerja murah bagi negara maju. Hubungan dengan negara-negara maju dalam ekonomi maupun Iptek selayaknya Indonesia sekarang. Bukan berdiri sama tinggi ataupun duduk sama rendah.

 

Sementara itu, banyak dari kalangan cerdas atau intelektual Taiwan bersekolah lalu bekerja di Negara maju, seperti Amerika Serikat.Tahun 1980-an, Pemerintah Taiwan mengubah arah kebijakan yang membuat iklim ekonomi dan pengembangan Iptek Taiwan lebih kondusif. Mulailah Pemerintah Taiwan mendekati para brain drainer yang berdiam di LN dan sudah banyak mempunyai modal. Mereka di harapkan dapat berkontribusi modal untuk pembangunan negaranya.

 

Pendekatan simpatik dari pemerintah bersambut. Para warga negara Taiwan yang tingal di LN berbondong berbalik ke Taiwan dan menjadi reversed brain drain. Para SDM unggul ini, tidak hanya menyumbangkan modalnya, bahkan pikiran dan karyanya pada negaranya.Contohnya, Miin Wu, “braindrainer” yang lulus PhD dari Stanford tahun1976. Lalu dia bekerja sebagai profesional di Silicon Valley dan kembali ke Taiwan 1989. Setelah kembali ke Taiwan, Wu mendirikan perusahaan Macronix Co. Perusahaan ini kini menjadi salah satu perusahaan semikonduktor terbesar di Taiwan dengan omset $ 300juta/tahun dan menyerap 2 800 tenaga kerja. Dengan iklim yang sehat dan kondusif ini, sekarang Taiwan tidaklah menjadi negara yang takut kehilangan orang-orang pintarnya.Sebagaimana dilaporkan dalam Financial Development tahun 1999, hanyakurang dari 10% warga negara Taiwan yang lulus PhD di tahun 1990 yangtetap tinggal di US sampai tahun 1996. Atau, hampir sebagian besar mereka kembali ke negaranya. Sejak tahun 1990 ini, Taiwan diakui sebagai negara yang leading dalam bidang ekonomi dan teknologi informasinya. Semua berkat reversed brain drain!

 

Langkah diatas adalah langkah awal yang tepat sebelum menanamkan pola pikir nasionalisme untuk mencegah brain drain sebab jauh lebih mudah menggugah intelektual yang notabene membutuhkan aktualisasi dirinya daripada menggugah masyarakat luas yang kebutuhannya masih berkisar di kbutuhan dasar. Bila langkah ini telah terlaksana, barulah kita bicara tentang pola pikir nasionalis pada masyarakat luas.

 

 

Desember 25, 2007 Posted by | kebangsaan | 3 Komentar

Taujih Rabbani

Saat pulang kemarin, saya cukup terhenyak saat menonton televisi dan mengetahui bahwasanya seorang public figure telah mengubah keyakinannya, menjadi non muslim. Beliau mengatakan bahwasanya beliau merasa menemukan kebenaran di agama barunya. Saya tidak hendak menggugat keputusannya berpindah keyakinannya, karena hidaya semata – mata urusan Allah. Allah yang menganugerahkannya, Allah jua yang berkehendak mencabutnya. Kita, manusia hanya berjuang mencari hidayah dan mempertahankannya.

Namun, saya sangat menyesalkan bahwa alasannya berpindah keyakinan semata – mata karena ia merasa bahwa ia menemukan kebenaran dalam agama barunya. Bukan saya menggugat kebenaran agama barunya, tapi apakah ia tidak menemukan kebenaran jua dalam agama islam ini? Lantas, seberapa besar usaha ia dan kita tentu saja untuk terus istiqomah berada di jalan islam ataupun jua terus mencari hidayah Allah ?

Parameter yang paling jelas adalah interaksi kita dengan Al Quran. Bagaimanapun jua, Al Quran adalah taujih rabbani, pembelajaran langsung dari Ilahi Rabbi. Interaksi seorang muslim dengan Al Quran adalah manifestasi konsistensi dalam berislam. Saya ingin sejenak merenungi terjemah dan tafsir dari surat Al An’am ayat 92 dan 155

“Dan ini adalah kitab yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah. Membenarkan kitab – kitab yang diturunkan sebelumnya dan agar engkau member peringatan kepada penduduk ummul Qura (mekkah) dan orang – orang yang ada disekitarnya. Orang – orang yang beriman kepada (kehidupan) akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran), dan merewka selalu memelihara shalatnya”

“Dan ini adalah kitab (Al Quran) yang Kami turunkan dengan penuh berkah. Ikutilah dan bertakwalah agar kamu bertakwa dan mendapat rahmat”

Dalam ayat tersebut ada kata Mubarak yang berasal dari kata barkah (berkah –Indonesia) yang berarti kebajikan yang melimpah dan beraneka ragam serta berkesinambungan. Keberkatan Ilahi datang dari arah yang sering kali tidak terduga atau dirasakan secara material dan tidak pula dapat dibatasi atau bahkan diukur. Segala penambahan yang tidak terukur indra inilah yang dinamai berkah.

Adanya berkat pada sesuatu berarti adanya kebajikan yang menyertai sesuatu, misalnya keberkahan pada makanan, bisa mendatangkan kesehatan, mencegah penyakit, mendorong aktivitas positif dan sebagainya. Itulah yang membedakan makanan yang berkah dengan makanan yang tidak berkah, karena bisa jadi setelah makan yang tidak berkah kita malah terlena dan malah tidak bisa melakukan aktivitas positif karena kekenyangan.

Kembali pada Al Quran. Al Quran adalah kitab yang mantap karena kandungannya hak (benar), sehingga ia tidak berubah. Di sisi lain, kitab ini pun penuh berkah karena yang menurunkannya adalah Allah swt, sumber segala kebaikan, yang menerimanya pun Muhammad SAW yang hidupnya mencerminkan kehidupan penuh kebaikan. Membacanya pun penuh berkah, hal ini dikuatkan dengan banyaknya orang yang menghafal dengan mudah walaupun tidak mengerti artinya. Berkahnya juga ada pada pengaruh positif yang ditimbulkannya pada manusia dalam kisah sukses dan keberhasilan dari orang yang mengamalkannya secara konsisten.

Betapa dekat tuntunan Al Quran pada jiwa manusia yang memelihara fitrah kesuciannya…

Desember 24, 2007 Posted by | kontemplasi, Taushiyah | 1 Komentar

Cinta di atas Cinta

hari ini teringat “masa lalu”, masa yang telah lama ingin kubenamkan memorinya.namun, hari ini entah kenapa rasa ini mengemuka kembali..maka kubuka lembaran demi lembaran buku “mencari pahlawan Indonesia” dan membaca artikel ini..berikut ringkasannya.

perempuan oh perempuan!Pengalaman batin para pahlawan dengan mereka ternyata jauh lebih rumit daripada yang kita bayangkan. apa yang terjadi, misalnya jika kenangan cinta hadir kembali di jalan pertaubatan seorang pahlawan?keagungan!

itulah pengalaman batin Umar bin Abdul Aziz. sebenarnya Umar seorang ulama, bahkan seorang mujtahid. namun, ia dibesarkan di lingkungan istana bani umayyah, hidup dengan gaya hidup mereka, bukan gaya hidup seorang ulaman. ia bahkan menjadi trendsetter di lingkungan keluarga kerajaan. shalat jamaah kadang tertunda gara – gara ia masih sedang menyisir rambutnya.

namun justru saat menjadi khalifah, kesadaran spiritualnya tumbuh mendadak pada detik kemunculannya. ia pun bertaubat. “Aku takut pada neraka” katanya menjelaskan rahasia perubahannya pada seorang ulama terbesar zamannya, Al Zuhri.

ia pun memulai perubahan besar yang melingkupi anak, istri, keluarga kerajaan, hingga seluruh rakyat. kerja kerasnya membuahkan hasil, walau hanya memerintah 2 tahun 5 bulan ia berhasil memakmurkan dan memberi keadilan dan kejayaan bagi rakyat dan negerinya.

akan tetapi semua ada harganya. fisiknya anjlok. saat itulah sang istri datang membawa kejutan besar, menghadiahkan seorang gadis pada suaminya untuk dinikahinya (lagi). ironisnya, hal ini karena Umar telah lama mencintai dan sangat menginginkan gadis itu, juga sebalikny. Namun, istrinya Fatimah tiada pernah mengizinkan atas nama cinta dan cemburu. sekarang, justru istrinyalah yang membawanya sebagai hadia, sebagai bentuk dukungan moril baginya.

itulah saat terindah dan mengharu biru dalam diri umar. kenangan romantika sebelum saat perubahan bangkit kembali dan menyalakan api cinta yang telah membakar segenap jiwanya. namun, cinta ini hadir kembali di jalan pertaubatannya, ketika cita – cita perubahan belum selesai. Cinta dan CIta bertarung disana, dihati Umar.

apa yang salah jika Umar menikahi gadis itu?Tidak ada!!!tapi apa jawabannya ? “Tidak, Ini tidak boleh terjadi.Saya benar – benar tidak merubah diri saya kalau saya masih harus kembali ke dunia semacam ini” kata Umar. Cinta yang terbelah diantaa kesadaran psiko-spiritual berujung pada keagungan. Imar mmenangkn cinta yang lain, cinta di atas cinta!akhirnya ia menikahkan gadis itu dengan pemuda lain.

TIDAK ADA CINTA YANG MATI DISINI. karena sebelum meninggalkan rumah umar, gadis itu bertanya dengan sendu, “Umar, dulu kau pernah sangat mencintaiku.tapi kemanakah cinta itu sekarang?” Umar bergetar haru, namun kemudian menjawab, ” CINTA ITU MASIH TETAP ADA, BAHKAN KINI RASANYA JAUH LEBIH DALAM”

SELESAI

membaca fragmen kisah ini, selalu menimbulkan kesan yang sama bagi saya. inilah jalan saya, jalan perubahan. memang pernah ada seseorang (cuma 1) yang menjadi tempat hati ini bertaut di masa lalu, dan saya memutuskan untuk berubah selepas membaca buku NPSP…memang apa yang dikatakan buku itu benar, cobaan paling besar adalah setelah keputusan itu diambil. ingatan dan memori masa lalu sering kali hadir, dan saat jiwa lemah menjadi begitu rupa rupa rasanya…

namun, hikmah yang bisa saya ambil dari sana adalah bahwa ketika saya memutuskan untuk mencinta, maka konsekuensinya saya akan berjuang demi cinta itu dan sekiranya saya tidak bisa mendapatkan cinta itu maka terimalah dengan lapang dada dan jiwa besar. karena sekali lagi, tidak ada cinta yang mati disana namun saat kita menerima takdir Allah sebagai yang terbaik bagi manusia, maka kita akan menemukan bahwa disanalah letak keagungan cinta yang terbingkai dalam rasa yang meneguhkan saya untuk tetap setia pada jalan pertubatan dan juga rasa tenang bahwasanya sang tercinta hidup disana dengan yang terbaik dan tentu saja semua rasa ini adalah lebih dalam daripada cinta yang sebelumnya…

untuk kau yang disana, smoga keberkahan, rahmat, hidayah dan kebahagiaan senantiasa tercurah padamu…

Desember 15, 2007 Posted by | kontemplasi, my stuff and I | 2 Komentar

kenapa bahan bakar fuel mahal ?

pertama kali ngebaca tulisan diatas pasti mikirnya karena harga minyak dunia mahal..emang bener, ini itung itungan lengkapnya…

kita tau kalo harga minyak sekarang kan 6800 rupiah/liter. sedangkan SFC (specific Fuel consumtion) dari minyak itu sekitar 0.27 liter/kWh..maka biaya penggunaan minyak sebagai bahan bakar ini akan memakan biaya sebesar 6800×0.27 atau sebesar 1700 rupiah/kWh…bandingkan dengan harga perkWh listrik saat ini yang sebesar 600 rupiah/kWh. rugi 1100 rupiah per kWh nya..yah bayangin aja ada berapa orang yang make listrik seindonesia dan konsumsi kWh perharinya..

Desember 15, 2007 Posted by | Keelektroan | Tinggalkan komentar