Artikulasi Hati dan Otak

Next Contribution

barusan di sms, diminta bantuin proyek perhitungan susut daya di saluran PLN oleh dosen. proyek ini akan ditangani oleh akademisi dri berbagai universitas dan institut di Indonesia.

excited? sure

karena

1. dari segi keelektroan, susut daya adalah suatu masalah jaringan yang bisa diakibatkan faktor teknis dan nonteknis. faktor teknis biasa dipengaruhi oleh komponen atau alam misalnya petir, material kabel, atau konfigurasi jaringan (semakin kabel itu panjang, maka resistensi akan jauh lebik kecil dari kapasitansi dan induktansi) dn faktor nonteknisnya, biasanya disebabkan karena manusia yang mementingkan kepentingan sendiri, misalnya nyolong listrik atau ngutak – ngatik meteran (kWh meter).

2. dari segi ilmu sosial kemasyarakatan, kesempatan ini akan menjadi study case saya sebelum terjun ke msyarakat nanti. apalagi saya berkeinginan berkontribusi di PLN yang erat kaitannya dengan pelayanan listrik pada masyarakat.

keterlibatan dalam perhitungan susut daya ini akan mengajarkan kepada saya banyak hal. baik dalam segi keelektroan maupun dalam memahami kondisi sosial kemasyarakatan bangsa Indonesia sendiri. teringat kata – kata bung hatta bahwasanya pertanyaan klasik yang dihadapi kaum cendekia adalah apakah ia akan turun menyelesaikan permasalahan di msyarakat ? pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan positif oleh kaum cendekia jikalau memang kaum cendekia tersebut bisa memahami ilmu dalam kerangka yang integral dan holistik tidak ada sekat – sekat yang mambatasinya baik antara ilmu sosial dengan ilmu eksakta maupun ilmu politik dengan ilmu bahasa (soalnya bahasa sering diplintirin di politik ^^).

saya sendiri memahami keengineeringan sebagai salah satu solusi bagi permasalahan Indonesia. dalam keelektroan sendiri apalagi ketika membicarakan bidang transmisi daya listrik, kita akan menemukan paradoks yang memilukan dalam kehidupan bangsa ini. PLN sebagai perusahaan yang menguasai jaringan listrik tanah air tetap dirudung kerugian. memang korupsi ditengarai sebagai penyebab utama, namun tak menutup kemungkinan aspek teknis pun berkontribusi besar termasuk susut daya ini. maka solusi untuk masalah teknis pastinya menjadi tugas seorang engineer. menilik dari hasil yang telah ditorehkan BUMN lain seperti REKIN yang telah menuliskan tinta emas prestasi bagi bidang rekayasa teknologi tanah air yang luar biasa dengan mampu membangun kilang minyak bagi pertamina, telah memanjangkan nafas harapan bagi cerahnya masa depan teknologi tanah air. dan dalam melihat semuanya, kita jangan melihat dari jaman sekarang saja, lihat bagaimana REKIN dibangun. bagaimana totalitas para pendirinya (salut untuk Pak Triharyo <Hengki> ) Dirut Rekin atas idealismenya. dan saya ingin hal itu terjadi di PLN pula.

p ada akhirnya, “janganlah bertanya apakah yang bisa negara berikan pada anda, namun tanyakan apakah yang bisa anda berikan pada negara”

November 16, 2007 - Posted by | kebangsaan, Keelektroan

3 Komentar »

  1. dikirain resume sekai no chuusin, ternyata gak jadi ya bib?😀

    Komentar oleh ridwan | November 17, 2007 | Balas

  2. kadang2 justru kondisi sosial yang butuh perhatian besar dalam sebuah proyek. susahnya karena yang dihadapi adalah manusia, bukan mesin.🙂

    -IT-

    Komentar oleh irvan132 | November 18, 2007 | Balas

  3. Mr. FajarSyah..
    Kalo masalah proyeknya siy no komen deh,,, hihihi maklum banyak ga ngertinya
    Tapi Saya suka Quote Km : “janganlah bertanya apakah yang bisa negara berikan pada anda, namun tanyakan apakah yang bisa anda berikan pada negara”
    kedengarannya idealis… tapi sumpah negara ini butuh orang orang seperti Kmuh bib…… Very Proud to be ur friend

    Komentar oleh GlitterPury | November 23, 2007 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: