Artikulasi Hati dan Otak

Belajar Cinta

dsc00181.jpg

buku ini saya baca ketika liburan idul fitri. pertama, mungkin para pembaca akan berpikir bahwa buku ini menceritakan kumpulan kisah romantik melankolik tentang cerita cinta Rasulullah dengan khadijah. namun, pastinya anda akan merasa surprise sekali saat membacanya, sebab penulis buku ini benar – benar pandai mengemas bentuk cinta dalam kemasan kekuatannya, sehigga anda akan menemukan cinta yang sama sekali tidak melankolik namun cinta yang memiliki kekuatan luar biasa.

tidak bisa dipungkiri bahwasanya kehadiran khadijah dalam kehidupan Rasulullah adalah kehendak Allah yang luar biasa hikmahnya. khadijah mampu memainkan peran layaknya ibu, sebagai istri, dan sebagai teman sekaligus. walaupun usia mereka saat menikah sangat jauh (khadijah 40 tahun dan muhammad 25 tahun), namun rumah tangga mereka benar – benar sangat harmonis. kepercayaan satu sama lain benar – benar nampak secara nyata. dan dalam cinta mereka saya tidak melihat adanya prinsip take and give namun hanya ada give and give . patut diketahui pula bahwasanya dalam meretas jalan pernikahan ini, khadijahlah yang melamar muhammad. cerita ini benar – benar menginspirasi bahwasanya khadijah telah memberi contoh kemerdekaan diri kaum wanita untuk menentukan sesuatu yang terbaik dalam dirinya. khadijah pun memilih muhammad bukan karena kerupawanannya maupun harta benda (muhammad adalah pemuda yang mislkin saat itu), namun didasarkan atas integritas dan sifat serta sikap dari muhammad sendiri yang membuat khadijah kagum.

satu hal yang dimiliki khadijah yang membuatnya begitu luar biasa adalah kekuatan spiritual yang ia miliki. kecantikan akan memudar, ketuaan akan menghinggapi setiap insan, namun dengan kekuatan spiritual, seorang istri tetap akan mampu berada di hati suaminya. benarlah bahwasanya “perhiasan yang paling indah adalah wanita shalihah” .

membaca buku ini, saya belajar sesuatu yang baru tentang gaya menulis. dari buku sirah yang pernah saya baca, alhamdulillah saya belajar sesuatu yang abru tentang gaya penulisan. pada sirah UMAR BIN KHATHTHAB (tulisan Muhammad Husain Haekal) penulis memiliki gaya penulisan heroik dan menggelorakan semangat, dalam sirah Nabawiyah (penulis Al Buthy) penulis memiliki gaya penulisan ilmiah dengan analisis dalam, dan dalam buku ini (penulis Abdul Mun’im Muhammad) penulis memiliki gaya penulisan yang mampu menggugah perasaan, membungkus cinta dalam bingkai kekuatan.

tertarik ? baca aja sendiri….

Oktober 19, 2007 - Posted by | resensi

3 Komentar »

  1. sgt tertarik…, sapa tau bs sy terapkan dlm khdpn sy sdr..

    Komentar oleh rusdiana | Oktober 20, 2008 | Balas

  2. Assalammualaikum,,,
    Q udah baca bukunya Aisyah the true love Beautiful kl gak salah gitu judulnya,,,alhamduliliah banyak sekali hikmah yang dapat saya petik. Penasaran juga ni pengen baca bukunya khadijah,,
    moga ja kita perempuan bisa menjadi wanita shalihah dunia akhirat . amin

    Komentar oleh Endah | Desember 23, 2008 | Balas

  3. I LIKE THIS

    Komentar oleh abe' balbo | Desember 31, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: