Artikulasi Hati dan Otak

We are What We Choose

Kontemplasi ini muncul saat berada di remote area selama sembilan hari. ketika saya menyaksikan beberapa karyawan yang telah menua dan berada di area yang jauh dari keluarga, tentu membuat saya berpikir dan memproyeksikan diri andai saya menjadi sosok yang tengah saya lihat.

satu pertanyaan yang hinggap ketika saya mendapati diri sebagai mereka yang telah menua adalah : “kenangan masa muda apakah yang saya banggakan? yang bisa saya bangkitkan sembari berharap semoga hal ini menjadi tabungan amal baik di kehidupan selanjutnya?”

tidak ada yang menjanjikan saya surga

pun juga tidak ada yang menjanjikan neraka

hanya setiap pilihan pilihan hiduplah yang bernilai janji baik surga maupun neraka

sepulangnya ke “peradaban”, saya membaca sebuah postingan di milis mengutip tulisan dari Jeff Bezos,  “We are What We Choose”

dan saya sertakan disini kutipan yang saya sukai ”

 

How will you use your gifts? What choices will you make?

Will inertia be your guide, or will you follow your passions?

Will you follow dogma, or will you be original?

Will you choose a life of ease, or a life of service and adventure?

Will you wilt under criticism, or will you follow your convictions?

Will you bluff it out when you’re wrong, or will you apologize?

Will you guard your heart against rejection, or will you act when you fall in love?

Will you play it safe, or will you be a little bit swashbuckling?

When it’s tough, will you give up, or will you be relentless?

Will you be a cynic, or will you be a builder?

Will you be clever at the expense of others, or will you be kind?

 

I will hazard a prediction. When you are 80 years old, and in a quiet moment of reflection narrating for only yourself the most personal version of your life story, the telling that will be most compact and meaningful will be the series of choices you have made. In the end, we are our choices. Build yourself a great story.

 

Hidup kita adalah rangkaian cerita tentang pilihan hidup. pilihan hidup itulah yang kelak akan menjadikan cerita hidup kita menarik atau bisa jadi membosankan. bagaimana cerita hidupmu ketika kelak di masa tua kau membaca dan mendapati kau memilih pilihan yang salah ?

pada akhirnya, kita adalah pilihan-pilihan hidup kita.

November 28, 2010 Posted by | kontemplasi | 1 Komentar

Mengarifi hidup, kehidupan, dan cita cita

kontemplasi tengah malam. ketika dibenturkan dengan kenyataan hidup, kita perlu bicara dengan diri kita. menasehati diri sendiri. karena memang musuh yang terbesar adalah mengalahkan diri sendiri (hawa nafsu).

hidup. banyak manusia yang tanpa sadar kita menjalaninya dengan rutinitas. bahkan bisa menjalani tanpa keinsyafanlebih dalam memahami setiap gerak langkah hidup kita. kali ini saya merasa terjebak dalam rutinitas hidup. membosankan dan membuat frustasi. yang saya khawatirkan keadaan ini akan membuat diri meyerah pada kenyataan hidup. menjadi pro status quo yang berujung pada pertanyaan quo vadis hidup kita.

teringat kembali akan peta hidup yang dulu pernah dibuat yang entah hilang kemana. mungkin masuk ke tempat sampah saat pindahan pasca lulus kuliah. tapi saya rindu membacanya kembali. mengingat dan merasa bahwa saya sempat memiliki idealisme hidup yang berpangkal pada kemanfaatan bagi umat. frustasi memang menulis kata kata ini. tapi terkadang jiwa kita butuh katalis dalam mempercepat reaksi pemahaman dan penginsyafan terhadap realita hidup supaya tidak terjebak dan menyerah di dalamnya.

cukuplah romantisme masa lalu itu. manis memang tapi berujung kecewa bila hasilnya tidak sesuai harapan kita. dan saya telah membuat tekad bahwa saya tidak pernah menyesal dengan hidupku sekarang. malah saya bersyukur bahwa saya sampai pada tahap ini. melihat hidup sebagai suatu alur keinsyafan tanpa jeda yang bila kita lengah, kita akan terjebak di dalamnya. ingat, Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

wahai diri, marilah kembali menata hidup kita.cara yang paling ampuh adalah TULISKAN CITA CITA HIDUP KEMBALI!

Baiklah, mari kita mulai dengan :

AKU BERCITA CITA MENJADI EXPERT DI BIDANG ELECTRICITY MARKET

 

bagaimana denganmu?

November 12, 2010 Posted by | kontemplasi | 2 Komentar

Cinta dan Pernikahan

Ada fragmen fiksi yang menarik yang pernah say abaca di suatu milis. Cukup berkesan, walaupun ini hanya fiksi namun tidak ada salahnya bila kita mencoba mengambil kebaikan dari cerita ini:

Diceritakan ada murid yang bertanya pada gurunya. “guru, apakah cinta itu?”

Sang guru tidak serta merta menjelaskan definisi cinta menurutnya, ia ingin muridnya mampu menjawab sendiri pertanyaan pertanyaan dalam hidupnya dan ia hanya mengarahkan saja. “ pergilah engkau ke taman, berjalanlah dari pintu masuk hingga pintu keluar. Carilah bunga terindah yang ada di taman itu, namun jangan sekali kali kamu kembali ke tempat semula untuk mengambil bunga yang telah kau lewati ataupun mengambil bunga lain setelah kau memetik salah satu”, jawab sang guru

Sang murid pun pergi ke taman dan tak lama kemudian ia kembali tanpa membawa setangkai bunga pun. Ia pun berkata pada gurunya

“guru, ketika saya memasuki taman, di sepanjang perjalanan saya sebenarnya menjumpai  bunga yang indah rupawan, namun saya berkeyakinan bahwa ada bunga yang lebih indah lagi yang akan saya temui. Namun hingga pintu keluar, tidak ada bunga yang lebih indah dari bunga yang kutemui pertama kali”

Sang guru hanya menjawab singkat, “begitulah cinta”

Suatu saat, sang murid kembali bertanya, “Guru, apakah pernikahan itu?”

Sang guru pun berkata dengan perkataan yang sama, ““ kembali pergilah engkau ke taman, berjalanlah dari pintu masuk hingga pintu keluar. Carilah bunga terindah yang ada di taman itu, namun jangan sekali kali kamu kembali ke tempat semula untuk mengambil bunga yang telah kau lewati ataupun mengambil bunga lain setelah kau memetik salah satu”, jawab sang guru

Sang murid pun kembali pergi ke taman dan tak lama kemudian ia kembali membawa setangkai bunga.

“itukah bunga yang terindah yang kau temui?”, Tanya sang guru

“sebenarnya, ini bukan bunga yang paling indah yang kutemui tadi di taman. Ketika aku berada di taman, aku menemukan bunga ini. indah, maka aku memutuskan memetiknya dan aku bergegas ke pintu keluar. Namun, sepanjang perjalanan, aku menjumpai banyak bunga lain yang lebih indah. Namun, seperti yang guru katakan, aku tidak memetik bunga yang lain”

Sang guru menjawab singkat, “ itulah pernikahan..”

Ketika kembali menemukan fragmen fiksi ini, aku kembali teringat persepsiku sebelum menikah. Cinta itu harus diperjuangkan, karena aku yakin dia orang yang cocok denganku dan aku bisa menerima dia apa adanya.

Ketika pascapernikahan, aku pun tetap berkeyakinan bahwa dia orang yang tepat untukku, namun kebersamaan aku dan dia harus terus diperjuangkan.

Harus terus diperjuangkan sebab banyak sekali godaan baik eksternal maupun internal yang akan terus mengusik sejalan usia pernikahan kami.

Untuk istriku, terima kasih untuk 5 bulan yang indah dan mari kita memperjuangkan kebersamaan kita hingga ujung waktu.

Harapanku, kelak kita bisa menghadirkan cinta di jalan idealisme dan cita cita di masa dating

Aku mencintaimu

November 5, 2010 Posted by | Blogroll | Tinggalkan komentar

Mengenal Deregulated Electricity Market

Sebelumnya, pembahasan ini hanya memberikan gambaran secara umum tentang electricity market yang telah diberlakukan di banyak Negara di dunia. Ciri khas utama dari electricity market sendiri adalah adanya unbundling dan multi partisipan. Hal yang diharapkan dari electricity market sendiri adalah adanya kompetisi sehat yang menghasilkan harga listrik yang lebih murah, perkembangan teknologi, dan mengalirnya investasi.

Analoginya mungkin seperti penyedia jasa komunikasi sekarang ini. Di Indonesia, banyak provider yang berkompetisi dalam menjaring konsumen. Mereka berlomba menyediakan banyak benefit bagi konsumen yang menggunakan jasa mereka seperti phonecall cost yang murah, sms gratis, hingga nomer hp dengan masa berlaku tak terbatas. Kemudian, dari sisi teknologi, mereka berlomba menyediakan teknologi yang semakin canggih dan memanjakan konsumen. Pada awalnya,mungkin kita hanya mengenal GSM saja, setelah itu muncul CDMA, kemudian muncul teknologi 3G ditambah lagi fitur multimedia dan kamera yang makin maknyuuus.

Sama halnya dengan kompetisi yang diinginkan terjadi di sector ketenagalistrikan, diharapkan akan dihasilkan harga jual listrik yang lebih murah bagi konsumen, teknologi yang makin berkembang yang menyebabkan listrik menjadi reliable. Mengalirnya iklim investasi yang memberi banyak lapangan kerja.

Komponen Dasar Electricity Market

Sama halnya dengan pasar jenis lain, electricity market memiliki komponen yang serupa seperti adanya penjual dan pembeli, ada komoditi yang diperjualbelikan, ada alat tukar yang digunakan dan ada aturan main perdagangannya. Komponen yang terakhir merupakan bagian yang paling menarik untuk dibahas sebab merupakan pembahasan holistic yang menyatukan sisi enjiniring dengan ekonomi. Secara umum, model dari deregulated electricity market adalah sebagai berikut :

Dari model di atas, mayoritas komponen merupakan komponen yang lumrah ditemui di bidang ketenagalistrikan. Namun komponen seperti wholesaler dan retailer hanya ditemui di deregulated electricity market. Wholesaler atau pemborong besar dapat diartikan sebagai orang ketiga yang mempertemukan antara penjual dan pembeli. wholesaler dapat berupa pool market yang didalamnya terdapat proses bidding dan auction dari penjual dan pembeli. mekanisme biddingnya pun bisa terbuka dan tertutup, begitu pula hasil auction nya. Saya akan membahas lebih detail tentang hal ini di artikel yang berbeda. Sedangkan retailer adalah pembeli listrik yang dia menjual lagi listrik tersebut dengan skala kecil.

Seperti itulah gambaran umum dari deregulated electricity market. Tentu saja ini hanya kulit kulitnya saja, ke depannya saya berencana menulis beberapa aspek detail dari hal ini. Tulisan ini pun tidak menggiring opini bahwa Negara kita perlu menerapkan hal ini walaupun saya sendiri memiliki pandangan tentang konsep ketenagalistrikan yang berbeda dengan saat ini dan meng-encourage kompetisi di sector ketenagalistrikan, masih ada pertimbangan lain, selain itu pun jenis deregulated electricity market pun berbeda beda tergantung kondisi dari wilayah tersebut.

November 4, 2010 Posted by | Keelektroan | Tinggalkan komentar

Mega Bikin Cape Deeeh

huff, akhirnya jebol juga batas capek gue liat sepak terjang ibu ibu yang satu ini. bukannya berusaha mem-blackmail atau black campaign, tapi sebagai rakyat saya merasa tidak ada pembelajaran yang didapat dari tokoh politik ini. lagian saya pun non-partisan sehingga ga ada tendensi apapun untuk melakukan black campaign.

nih berikut ni berita berita ttg megawati yang bikin gue pengen ketawa sekaligus gregetan ama sepak terjang nih orang.

1. Tentang BLT

Jember – Bantuan Langsung Tunai (BLT) merendahkan harga diri bangsa. Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam pidato kampanye terbuka di lapangan Mangli Kecamatan Kaliwates, Jember, Jumat (20/3/09). Kritikan itu disampaikan di hadapan ribuan simpatisan dan kader PDIP.

Menurut Mega, BLT merupakan pendidikan moral yang buruk bagi masyarakat dan masa depan bangsa Indonesia. “Apa arti BLT hanya untuk uang senilai Rp 200.000 saja berdempet-dempetan tanpa harga diri seperti pengemis,” katanya.

Lebih lanjut Mega menilai bahwa program BLT hanyalah program penghambur-hamburan uang pemerintah. “Lebih baik uang untuk BLT dialihkan untuk pembangunan jalan, sumur atau MCK saja,” tegasnya.

Komen gue, : “Bu, sebelum mengkritik orang lain, berkacalah pada diri sendiri. adakah kebijakan ibu saat menjabat yang pro rakyat? apakah dengan divestasi Indosat Ibu telah mendukung rakyat kecil?? belum lagi Ibu menghina rakyat yang antri di pembagian BLT sebagai pengemis. sungguh terlalu, apakah gelang gelang yang bergemerincing di pergelangan tangan ibu turut menyilaukan mata hati ibu dalam berempati??”

2. Anjuran Mecoblos bukan mencontreng

Jakarta: Komisi Pemilihan Umum menyayangkan sikap Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Sukarnoputri, yang meminta simpatisannya menandai surat suara dengan mencoblos. Padahal selama ini semua partai tunduk pada peraturan KPU yang dibuat berdasarkan kesepakatan antara pemerintah dan DPR. Surat suara ditandai dengan dicentang. “Kita ingin mengubah budaya masyarakat yang sebelumnya coblos, tusuk, menjadi budaya tulis yang lebih melambangkan kecerdasan,” kata anggota KPU Endang Sulastri.

sumber:http://www.liputan6.com/politik/?id=175281

Komen gue: “nih dia biang diktator. maunya seenaknya sendiri. Bu, seorang pemimpin yang baik harus mampu menjadi pengikut yang baik. karena pengikut yang baik mencerminkan ketrampilan memimpin diri sendiri, sebelum menjadi pemimpin yang memimpin banyak orang”

3. Klaim Kesuksesan yang aneh

Mega Klaim Lebih Sukses dari SBY

Denpasar – Megawati mengklaim dirinya lebih sukses menjalankan pemerintahan dibadingkan dengan SBY. Ia pun mengajak rakyat untuk membandingkannya.

“Kalau kalian melihat perbandingan bagaimana pemerintahan saya dengan yang lalu?” pinta Ketum PDIP Megawati pada kampanyenya di lapangan Kayubihi, Bangli, Bali, Minggu (29/3/2009).

“Saya bukan presiden 5 tahun tapi 3 tahun, efektif 2,5 tahun. Rakyat harus melihat pemerintahan sekarang normal 5 tahun. Coba bandingkan dengan keyakinan, dengan cerdas, dimana-mana dibandingkan dengan saya, apakah harga lebih baik pada zaman saya atau sekarang, coba jawab?” kata Megawati.

Pertanyaan Megawati pun dijawab ribuan massa dengan serempak “Dulu (pemerintahan Megawati),” teriak massa.

“Harga sembako di sini murah atau mahal, hayo ibu?,” pancing Megawati. “Mahal,” teriak massa.

“Ini karena jalan pemerintahan tidak seperti saya. Saya tidak ingin sombong tapi itu fakta. Artinya yang saya lakukan konsisten untuk kepentingan rakyat banyak,” kata mantan presiden Megawati.

Komen gue: “Lha bu, jaman soeharto sembako lebih murah lagi. artinya soeharto lebih sukses duong. Bu, baca koran atau nonton berita deh, jangan sinetron mulu yang ditonton. sekarang lagi krisis ekonomi bu. untungnya saat ini utang IMF kita lunas dan tidak berutang lagi, dan ini bukan hasil kerjaan ibu. Bu, gue barharap lebih banyaklah hidup di saat ini dan melihat masa depan, jangan hidup dan melihat masa lalu saja. apakah embel embel soekarnoputri membuat Ibu sulit membuat ibu melihat masa kini??”

4. Penghinaan kepada rakyat

MOJOKERTO, kompas..com — Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri, Selasa (31/3), mempertanyakan cara berpikir pemilih perempuan. Menurut Megawati, cara berpikir itu berkaitan dengan pilihan politik kaum ibu pada pemilu presiden 2004 lalu yang tidak menjadikannya sebagai pemenang.

“Tahun 2004, ibu-ibu terlalu genit. Saya dihantam karena satu-satunya calon presiden perempuan. Ibunya genit tidak mau pilih saya,” katanya saat berkampanye di hadapan ratusan ribu massa di Lapangan Kedungmaling, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Ia lalu membandingkan keadaan ekonomi setelah dirinya kalah pada saat itu dengan menyebutkan tingkat harga kebutuhan bahan pokok yang melambung. “Ibu-ibu, kasih tahu itu sama yang tidak milih saya, kayak apa ini rasanya (sekarang),” ujarnya.

“Makanya kok jangan bodoh to yo…, sudah dikasih pendidikan politik. Rakyat ini gimana, kebanyakan nonton sinetron,” ujar Megawati sembari menuding dengan telunjuk tangan kanannya. Perkataan Megawati disambut gemuruh tawa massa simpatisan PDI-P yang hadir.

Komen Gue: “Halah halah, sekarang rakyat yang dibego begoin.btw pendidikan politik seperti apa yang ibu beri?bu, jangan sok pinter deh.buktikan ibu lebih baik daripada ibu ibu yang anda bodoh bodohin itu. bisa jadi ada diantara ibu ibu tersebut yang jauh lebih cerdas, cuma sayang ga punya embel embel soekarno putri saja”

Begitulah. Negara ini butuh Negarawan bukan politikus apalagi badut politik.

April 1, 2009 Posted by | Blogroll | 1 Komentar

Ati Ati Kalo Makan

Cerita di bawah ini mohon info kepada semua teman/orang yang anda sayangi, Peristiwa ini terjadi di Menado, ada seorang wanita meninggal mendadak dengan lima panca indera keluar darah, setelah diselidiki ternyata
wanita ini meninggal bukan karena bunuh diri atau dibunuh, melainkan karena ketidaktahuan tentang racun akibat makanan.

Wanita ini ada kebiasaan minum Vit C tiap hari. Ini tidak masalah. Masalahnya, malam itu wanita ini kebanyakan makan udang. Sebenarnya cuma makan udang saja juga tidak masalah, karena orang rumahnya juga banyak makan udang malam itu dan tak ada yang meninggal..

Tetapi, karena udang mengandung Arsenic Pentoxide (As2O5), dan berhubung habis makan udang wanita itu minum Vit C, terjadilah reaksi kimia di dalam perut yang membuat As2O5 berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) yang sangat beracun.

Ini mengakibatkan hati, jantung, ginjal, pembuluh darah rusak, usus keluar darah, pembuluh darah melebar hingga wanita itu meninggal mengenaskan dengan kelima panca indera keluar darah.

Jadi hati-hati, habis banyak makan udang jangan minum Vit C pada saat yang bersamaan.

Maret 26, 2009 Posted by | Blogroll | 1 Komentar

Demokrasi Indonesia dan Parliamentary Threshold

barusan baca berita di detik tentang rencana demo partai gurem ke KPU buat nolak adanya parliamentary threshold. dalih yang dipake siih, karena parliamentary threshold mengabaikan demokrasi.

sebagai orang yang ga punya latar belakang ilmu politik, cuman mau komentar aja. mungkin salah, sebab ini hanya pemikiran subjektif.

selayaknya kehidupan, demokrasi pun tumbuh berkembang kemudian mapan, lalu mengalami suatu fase perubahan, tumbuh lagi berkembang lagi, begitulah seterusnya. hal ini pun dialami indonesia. namun saya tidak akan bicara sejarah, saya akan melihat masa kini saja.

dalam perspektif saya, demokrasi indonesia tengah berkembang menuju mapan setelah melalui fase perubahan dari kemapanan sebelumnya. hal ini ditandai dengan kemunculan banyak partai pada pemilu tahun 1999.euforia politik ini merupakan fenomena wajar dimana perubahan iklim politik  mendinamisasi pelaku di dalamnya dan memunculkan pelaku pelaku baru.

kemudian, saya yakin demokrasi indonesia berjalan ke arah yang tepat saat pada pemilu tahun 2004 jumlah parpol menurun. saya merasa, dengan penurunan partai ini, tokoh2 politik mulai tercluster membentuk suatu gerakan masif yang lebih besar daripada terpecah menjadi partai2 yang lebih banyak lagi. hal ini ditunjang pula dengan kebijakan parliamentary threshold yang memaksa parpol harus jeli dalam merancang strategi pemenangan pemilu. tentu koalisi antara beberapa partai kecil ‘harusnya’ mampu menggalang dukungan yang lebih besar lagi.

namun alangkah terkejutnya saya ketika di pemilu 2009 jumlah partai melonjak lagi. bahkan ada beberapa partai yang gagal memenuhi parliamentary threshold bereinkarnasi menjadi partai baru namun tanpa perubahan berarti. celakanya, partai2 ini lantas menganggap parliamentary threshold yang menjegal mereka di pemilu sebelumnya sebagai hal yang harus dilenyapkan karena mengabaikan demokrasi.

ada alur politik yang terpotong disini. visi jangka pendek berbalut kepentingan saya tengarai sebagai akar masalah. petinggi partai gurem menganggap kelangsungan umur mereka di kancah politik nasional dapat dihabisi oleh PT. akibatnya, kepentingan untuk tetap survive mengalahkan kebaikan bagi demokrasi sendiri.

saya berpendapat bahwa PT sangat baik dalam menggiring demokrasi ke arah yang benar. sebab dengan adanya PT, gerakan2 politik di tanah air akan jauh lebih masif sehingga mempercepat kemapanan demokrasi itu sendiri. dengan adanya gerakan yang masif, maka pemerintahan akan semakin kuat karena didukung oleh mesin politik tangguh dan diimbangi oleh oposisi yang kritis dan kuat.

maka dari itu, saya sangat berharap pada calon pemimpin bangsa ini supaya mengedepankan kebaikan bagi bangsa bukan sekedar melanggengkan umur dalam kancah politik. marilah jadi negarawan, bukan sekedar politikus.

Maret 4, 2009 Posted by | Blogroll | 1 Komentar

Partial Discharge Pada Isolasi Cair

Fuiihh…akhirnya ngeblog juga. Udah lama euy ga ngeblog lagi. Lagi berkutat pada penelitian partial discharge buat tugas akhir niyy..

Yupzz. ..tugas akhirku emang ttg partial discharge di isolasi cair. Istilah partial discharge artinya kejadian tembus lokal yang bisa terjadi di isolasi padat dan cair. Khusus untuk isolasi cair sendiri, partial discharge biasanya terjadi akibat adanya cavity (gelembung udara), namun bisa juga terjadi akibat polutan berupa partikel metal maupun objek metal yang lebih besar. Namun pada penelitian saya ini, lebih banyak berinteraksi dengan cavity. Hal ini karena penelitian saya berkutat pada temperatur rendah, yaitu suhu kamar, 40oC, dan 50oC.

Gas/udara yang bisa ditemukan pada minyak bisa dalam 3 bentuk yaitu larutan, emulsi, dan gelembung udara. Pada temperatur rendah, gelembung udara lebih banyak ditemukan. Bila ada bubbles di cairan isolasi, maka gelembung udara ini akan menahan kuat medan yang lebih besar daripada isolasi sendiri. kebayang kan, yang lemah malah nahan lebih besar, tapi yang kuat nahan yang kecil ?. akibatnya, gas pada gelembung udara akan mengalami tembus terlebih dahulu, padahal kondisi isolasinya baik baik saja. Nah, inilah yang disebut partial discharge.

Pada isolasi cair sendiri, bila diuji dengan tegangan AC, ada beberapa karakteristik khusus, misalnya tegangan insepsi positifnya lebih besar daripada nilai absolut tegangan insepsi negatif. Kemudian, muatan yang timbul pada sinyal positif lebih sedikit daripada sinyal negatif namun memiliki amplitude yang lebih besar. Tegangan insepsi itu adalah tegangan saat partial discharge pertama kali muncul.

Akan tetapi, bisa aja walo udah lewat tegangan insepsi, partial discharge ga terjadi. Hal ini karena kemunculan elektron mula yang menginisiasi terjadinya peluahan yang bersifat stokastik.

Nahh berikut ini simulasi partial discharge menggunakan matlab, programnya made by awak sendiri hehehe, narsis ceritanya

11

Kemudian ini data statistiknya, dibikin pake matlab juga

muatan maksimum (pC) = 107

muatan minimum (pC) = -72.7

banyaknya muatan positif= 54

banyaknya muatan positif= 65

rata – rata muatan positif (pC) = 45.7931

rata – rata muatan negatif (pC) = -32.8374

betewe, sori sori niyy hasil penelitian secara detail belom bisa dikasih tau, sebab lagi dalam proses analisis tugas akhir gue.

Februari 27, 2009 Posted by | Blogroll | 3 Komentar

Ngado

4 Desember 2008, gw belom juga nemu hadiah ultah buat adek gw yang paling kecil. sebenernya gw udah tau mau ngasih apa, tapi barang barang yang udah gw liat ga ada yang cocok, minimal menurut selera gw yang emang agak agak high ini (apa iya ?)bahkan di mal kayak BIP pun ga ada. walhasil gw memutuskan mencari di pasar baru. stselah untel untelan di Damri (yang pasti gw berdiri, selain damrinya penuh, dengkul gw juga mentok di kursi depan kalo duduk) akhirnya gw nyampe juga di pasar baru.

gw ubek ubek dah tu pasar. di lantai satu, ga ketemu, lantai dua ga ketemu juga barangnya. di lantai tiga, kagak ada juga. di lantai empat, pusing bau kain. di lantai lima, perasaan gw berkata kalo gw bakal nemu, eh bener juga. deket tangga sono gw liat toko yang ngejual barang yang gw butuhin (barangnya rahasia yee). humm,,langsung deh gw pilih pilih barang yang cucok. ketemu juga deh barang yang sesuai ama selera gw, elegan. tu penjual ngasih harga 110 ribu. gw tau sih kalo di pasar pasar kek gini, biasanya harga aslinya setengahnye. langsung deh gw tawar 50 ribu hehehe, sadis yah nawarnya. soalnya hari tu gw ga bisa lama lama buat bikin tu penjual bosen liat tampang gw sehingga harganya bisa jatuh banget. seperti yang udah gw duga, penjualnya ternyata ga mau ngejual dengan harga segitu hehehe…dia minta 75 ribu, duuh gw males nawar lagi..gw tawar deh 60 ribu (katanya males nawar, tapi masih ada dorongan buat nawar soalny penjualnya lumayan good looking hwehehe..kidding)..keukeuh tu penjual ngejual 75 ribu. gw naekin tawaran deh jadi 65 ribu, ehh mau tu penjual. akhirnya dapet deh tu barang.

sepanjang perjalanan pulang, kepikiranlah buat ngebungkus tuh barang. padahal gw belom pernah sama sekali ngebungkus kado sendiri. kalo mau ngado, pasti minta dibungkusin orang. pas ngado buat adek taon kemarin, yang ngebungkusin si anggi. pas uchan nikah, yang ngebungkusin, si tia. akhirnya bulatlah tekadku untuk membungkus kado sendiri. sesampainya di salman, gw mampir dulu ke istek buat beli kertas kado.

ternyata ngebungkus kado lumayan mengasyikkan juga. sempet kepikiran sih, ngapain repot repot di bungkus, toh bakal di sobek juga. tapi, akhirnya gw sadar filosofi membungkus kado. membungkus kado ternyata sebuah jalan supaya pemberian itu terasa lebih manis. ada kesungguhan disana untuk memberikan yang terbaik untuk orang yang kita sayangi. tapi, kita tidak merasa sakit hati ato menyesal saat hasil jerih payah kita membungkus kado malah dibalas dengan disobeknya bungkus kado itu untuk diambil isinya. justru kita merasa gembira saat orang berbahagia menerima pemberian kita, tanpa terpikirkan telah sobeknya bungkus kado itu. artinya, kita rela bersusah payah demi melihat orang yang kita sayangi bahagia. gw tulis susah payah karena gw emang susah payah ngebungkus kado itu.

dan inilah hasil jerih payah gw…

dsc00005

Desember 5, 2008 Posted by | iseng, kontemplasi | 3 Komentar

Ngirit apa Markus ?

Makanlah saat lapar dan berhenti makan sebelum kenyang..begitulah ajaran rasulullah tentang makan. tapi, kayaknya gampang gampang susah tuh. kadang kalo perut laper trus liat makanan, kepikiran pengen melahap makanan apa aja yang ada di situ. apalagi yang namanya mahasiswa, liat makanan murah apalagi gratis, masih bisa dimakan (belom basi maksudnya) pasti langsung dibahas. kalo bisa, buat persediaan 2 hari kali yee.
nah kejadian serupa gw alamin pas lagi makan pagi menjelang siang di kantin salman. gw makan menurut porsi gw, yaa yang kira kira cukup buat sampe makan siang menjelang malam (makan 2x sehari ceritanya). menjelang detik detik penghabisan makanan gw, datanglah sesosok mahasiswa bertubuh kurus (estimasi beratnya setengah berat badan gw. berat gw sekitar 84 kg) dia duduk pas di depan gw. pas tu orang duduk di depan gw, elah dhalah…porsi makannya dua kali porsi makan gw!!! langsung deh mendadak gw kenyang seketika ngeliat porsi makan super duper jumbo dumbo kek gitu. walhasil tiga suapan penghabisan makanan gw, gw abisin dengan susah payah saking mual ngerasa kenyang banget gara gara liat porsi tu orang. begitu abis makanan gw, gw langsung minum supaya makanan gw ga nyangkut di tenggorokan.
setelah makanan meluncur ke perut, timbullah pikiran aneh yang mendasari penulisan postingan blog ini. langsung gw ambil HP SonyEricsson gw. gw pun berpura pura membaca sms dan mengetik balesannya. padahal gw arahin tuh kamera HP gw ke makanan tu anak. dan akhirnya, JEPREETTTT (pastinya shutter gw silent dulu dong, suara tu ada dalam ati gw) dan hasilnya..
jepreet

segera setelah gw dapetin gambarnya, kaburlah gw dengan hati riang (lho??) menurut lo, porsi tu anak standar ato tu anak emang markus ???
(maruk dan rakus maksudnya, yang punya nama markus including markus horison, kesamaan nama bukan merupakan kesengajaan)

Desember 5, 2008 Posted by | iseng | Tinggalkan komentar