Keluh Kesah Layang Layang
Ah..aku benci diam
belaian angin benar benar memabukkanku
lepaskan segera aku dari cengkeramanmu!
biarkan aku menari bersama angin
biarkan hembusannya membelai mesra kulit kertasku..
toh, kamu bisa memegang otot benangku kan?
Ah..mengapa kau masih mencengkeramku ?
biarkan aku pergi dengan angin kencang ini !
kurela cinta ini menerbangkan kemanapun
ah..aku benci semua ini
kemanakah kau kan menculikku dari angin kekasihku ?
betapa malangnya aku
tak kurasakan lagi gelora cinta sang angin padaku..
(diluar, hujan turun dengan lebatnya disertai angin ribut. sang anak bersyukur ia sampai dirumah sebelum hujan turun sehingga layang layangnya tidak basah dan rusak)
Meratapi Sejarah
Tinta yang tertulis di lembar sejarah
hampir selalu menggunakan warna peperangan dan pertumpahan darah
dituliskan oleh otot otot pongah manusia
yang merasa berbuat kebajikan ditengah kesesatannya
prasasti yang terpancang pada tanah sejarah
hampir selalu dipahat dengan kekerasan dan kesewenangan
oleh otot otot kekuasaan dan tiran manusia
yang membungkus kepentingan dengan kata kata manis kemanusiaan
pada akhirnya,
sejarah menjadi sebuah repetisi
penderitaan manusia dibawah kesenangan yang lainnya
Biarkan Aku Tidak Berkata Cinta
Biarkan aku tidak berkata cinta
ku tak ingin cintaku seperti busana
yang kelak mendapat potongan harga
biarkan aku tidak berkata cinta
ku tak ingin cintaku seperti hutang berbunga tak hingga
yang selalu dituntut untuk dilunasi dan takkan pernah akan lunas
biarkan aku tak berkata cinta
ku tak ingin cintaku seperti bunga
yang semerbak lalu layu dan gugur berganti
Biarkan aku tidak berkata cinta
karena kuingin kau menangkapnya tanpa kata
dan tidak usah berkata kata
Lelaki dan Hujan
Hujan masih begitu dinanti sang lelaki
Ia hanya ingin berdiri di tengah guyurannya
menghayati setiap tetes tetes air
merasakan lembutnya air yang mengalir di permukaan kulitnya
Ia begitu menyukai berdiri di tengah hujan
karena hujan mampu menutupi derai airmatanya
membiaskannya bersama aliran air langit
dan menutupi duka dan lemahnya dari pandangan kasihan manusia
I who advocates Oneness
Muwahhidun ana, wa mu’minun billah
Allahu Kholiqii, wa waahibul hayyah
Muwahhidun ana, wa mu’minun billaah
Qolbii bi nurillaah, mudhiiatun khuthooh
Daqootuhu taquul, Allah Allah Allah
Muwahhidun ana, Wa mu’minun billah
Warruuhu fiil isyrooq, wal fikru fii sholaah
Muwahhidun ana, Wa mu’minun billah
Qolbii bidzikrillah, yasydu wa madal hayaah
Muwahhidun ana, wa mu’minun billah
Alkaunu kulluhu, lillaahi saajidu
Wal kullu yunsyidu, Allahu waahidu
dengerin lagu ini sambil baca sirah sungguh luar biasa rasanya…
oiya, mungkin ada yang ngerasa frustrated dengan sejarah Indonesia…mungkin bisa mencoba membaca sirah entah itu nabawi, atau shahabat..InsyaAllah luar biasa, banyak teladannya.
wallahualam
maya
Ada dunia
yang tak tersentuh indera
hanya rasa yang mampu membaca dunia
dikala ironi berpadu dengan kewajaran
tampak biasa
tampak awam
tampak hambar
tampak abu – abu
tak terasakah tawa lepas seorang balita
yang menjadi begitu menyesakkan dada ?
atau lelapnya tidur seorang anak kecil
yang menjadi begitu teramat menyayat hati ?
inilah realitas dunia
sakit memang
apa daya
daya apa ?
kita terlampau banyak berwacana
hingga wacana kita menjadi melangit
tak lagi berpijak di bumi realitas
sekali lagi aku bertanya
daya apa ?
sakit oleh pemahaman
kenapa tidak besikap cuek ?
sebentar saja..
aku tak bisa..
aku tak tahan melihat wajah itu
pipi tirus dengan sorot mata lelah
di tengah temaram lampu jalanan malam hari
aku rindu Umar…
aku berdiri
aku berdiri di sini
di tanah ibu pertiwi
dan kusadari betapa elok disekitarku
keelokan ini terasa begitu mengiris hatikubetapa tidak
lihat orang – orang yang menggadaikan tanah ibu
untuk dieksploitasi dan diambil manfaatnya
bukan untuk anak – anak ibu bumi
tapi untuk sangkuni – sangkuni pertiwi
yang menggerogoti satu – persatu sendi kehidupan hingga nyaris mati
aku tidak rela
bila ibu semakin sakit oleh mereka
dan sekali – kali aku tak akan pernah rela
bila mereka terus menari – nari diatas bumi ini
ibu……..
aku ingin membuatmu tersenyum
melihat hidupku
Allah ilahku
izinkan dalam waktu singkat hidupku
aku ingin menghadiahkan karya untuk ibu
walaupun hanya sebuah
semoga ini memberi arti bagi ribuan nyawa yang tidur di haribaan pertiwi
dan izinkan pula aku tidur bersama mereka
dalam kebahagian hakiki
karena Engkau telah membenarkan tindakanku..
Sajak oleh Asy Syahid Sayyid Qutb Sebelum Syahi
Sajak oleh
Asy Syahid Sayyid Qutb
Sebelum Syahid di tali gantung
———————————————————————-
Sahabat,
Andainya kematian kau tangisi
Pusara kau siram dengan air matamu
Maka di atas tulang belulangku yang sudah luluh
Nyalakanlah obor untuk umat ini
Dan …
Lanjutkanlah gerak merebut kemenangan
Sahabat,
Kematianku hanyalah suatu perjalanan
Memenuhi panggilan kekasih yang merindu
Taman-taman indah di syurga Allah
Terhampar menanti
Burung burungnya berpesta menyambutku
Dan berbahagilah hidupku disana
Sahabat,
Puaka kegelapan pasti kan lebur
Fajar kan menyingsing
Dan alam ini kan disinari cahaya lagi
Relakanlah rohku terbang menjelang rindunya
Jangan gentar berkelana ke alam abadi
Disana … cahaya fajar memancar
Al-Maghfurulahy Al-’Arif Billah
Asy-Syahid Sayyaid Ibnu Qutb Ibrahim
Isnin 13 Jumadil Awal 1386
-
Arsip
- November 2010 (4)
- April 2009 (1)
- Maret 2009 (2)
- Februari 2009 (1)
- Desember 2008 (2)
- November 2008 (1)
- Agustus 2008 (4)
- Juli 2008 (11)
- Juni 2008 (5)
- April 2008 (1)
- Maret 2008 (2)
- Desember 2007 (8)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS

