Artikulasi Hati dan Otak

Hapus Kekhawatiran Tentang PLTN

Meskipun belum dibangun secara fisik, pembangunan PLTN di Muria telah memicu kekhawatiran banyak pihak akan keamanannya. Tak bisa dipungkiri, tragedy Chernobyl yang terjadi tanggal 26 April 1986 telah menyisakan efek traumatis bagi dunia tak terkecuali bangsa Indonesia. Trauma ini menjadi simalakama bagi Indonesia tatkala bangsa ini dihadapkan pada krisis energi yang ditandai dengan semakin meroketnya harga bahan bakar fosil dunia.

Sebenarnya wacana pembangunan PLTN di Muria sendiri telah beredar pada dekade 70an. Rencana pembangunannya sendiri dimulai tahun 1988. Akan tetapi, hantaman ekonomi yang melanda Indonesia telah membuat pembangunan PLTN ini batal.

Kemudian, krisis energi yang melanda dunia memaksa wacana ini muncul kembali ke permukaan. Pembangunan PLTN pun kembali direncanakan di Semenanjung Muria, jawa tengah. Pembangunan fisiknya sendiri akan dimulai tahun 2010 dengan perkiraan biaya sektar 35 trilyun rupiah. PLTN ini diharapkan akan mensolusikan krisis listrik Jawa Bali dengan memasok sekitar 7000 MW.

Rencana ini pun memicu demonstrasi besar – besaran di Kota Kudus. Bahkan, Bupati kudus sendiri mendukung aksi tersebut. Ketidakkompakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah kudus ini pun semakin membuat masyarakat semakin larut dalam nuclearphobia.

Nuklir sebagai sumber energi masa depan

Sebagai pembangkit daya, nuklir memiliki keunggulan dibanding pembangkit daya lainnya. Keuntungan yang sangat signifikan yaitu memiliki ketersediaan bahan bakar yang melimpah dan biaya bahan bakarnya rendah. Selain itu, dalam pengoperasiannya secara normal sebagai pembangkit daya, nuklir tidak menghasilkan gas rumah kaca dan tidak mencemari udara.

Hal ini tentu saja jauh lebih unggul daripada PLTU batubara yang dalam pengoperasiannya menghasilkan gas – gas SOx, NOx, COx, dan logam – logam berat seperti Pb, Hg, Ar, Ni, Se yang jauh melebihi kadar normal di sekitar PLTU. Gas SOx sendiri menjadi pemicu gangguan paru – paru dan penyakit pernafasan. Sedangkan gas NOx menjadi penyebab hujan asam apabila bereaksi dengan gas SOx yang berakibat bburuk bagi peternakan dan pertanian. Gas COx sendiri akan menyebbkan efek rumah kaca yang berperan dalam pemanasan global bumi.

Dalam segi pembangunan pembangkit dayanya pun PLTN lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan pembangkit lain yang menggunakan bahan bakar fosil. PLTN digolongkan sebagai investasi dengan modal tinggi namun memiliki biaya rutin rendah. Sedangkan pembangkit berbahan bakar fosil digolongkan sebagai investasi dengan modal rendah, namun memiliki biaya rutin tinggi. Tentunya dari segi anggaran, akan sangat menguntungkan bila memanfaatkan nuklir sebagai pembangkit daya.

Sumber ketakutan masyarakat

Ketakutan utama masyarakat terhadap nuklir adalah dalam hal operasional, kemanan, keselamatan, dan limbah nuklir. Masyarakat masih larut dalam trauma chernobyl yang membuat mereka kurang open mind dalam menyikapi masalah ini. Bila menilik kasus Chernobyl sendiri, kecelakaan tersebut memang diakibatkan oleh human error saat akan dilaksanakan maintenance di reaktor 4. reaktor 4 sendiri adalah reaktor tempat terjadinya kecelakaan tersebut. Kecelakaan tersebut disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pengalaman training dari operator. Sehingga ada beberapa prosedur yang tidak biasa yang dilakukan. Salah satunya adalah dimatikannya beberapa sistem keamanan dan keselamatan yang seharusnya tidak boleh dilakukan berdasarkan petunjuk teknis pengoperasiannya.

Hal lain yang turut berkontribusi bagi ketakutan masyarakat adalah polusi PLTN sendiri yang berupa radiasi radioaktif. Kekhawatrian akan hal ini sangatlah berlebihan, sebab telah terbukti bahwa secara rata-rata untuk seorang yang tinggal sampai 1 km dari sebuah reaktor nuklir, dosis radiasi yang diterimanya dari bahan-bahan yang dipakai di reaktor tersebut adalah kurang dari 10% dari dosis radiasi alam (dari batuan radioaktif alami, sinar kosmis, sinar-sinar radioaktif untuk maksud-maksud medis) . maka, sebenarnya kekhawatiran akan polusi radiasi ini tidak perlu ada.

Yang cukup menjadi perhatian saat ini adalah penanganan limbah nuklir. Sebab, limbah PLTN ini memiliki konsentrasi radiasi yang cukup tinggi, sehingga membutuhkan penanganan khusus. Selama ini, penanganan sisa bahan bakar dengan radiasi tinggi dilakukan dengan cara disimpan sementara di kolam-kolam penampungan sehingga efek radiasi yang ditimbulkannya dapat diabaikan.

Kewaspadaan bukan ketakutan

Dari berbagai macam respon yang ditunjukkan masyarakat, bisa ditarik kesimpulan bahwa kebanyakan masyarakat memandang realitas sosial ini dengan orientasi nilai negatif yang pada akhirnya memunculkan ketakutan terhadap ilmu pengetahuan, yang dalam hal ini adalah nuklir. Maka dari itu, perlu dilakukan pendekatan struktural dan yang lebih utama adalah kultural.

Disinilah peran strategis manusia dalam pengembangan teknologi. Sebab, bagaimanapun juga, pembangunan teknologi nuklir ini adalah untuk manusia juga pada akhirnya, sehingga hal yang harus dipersiapkan dengan baik adalah manusianya pula.

Pemahaman tentang teknologi nuklir harus dilakukan pemerintah, sehingga persepsi nilai yang berkembang di masyarakat bukan ketakutan, namun kewaspadaan. Persepsi ini penting untuk membuat masyarakat kita lebih open mind terhadap teknologi terutama nuklir. Selain itu, persepsi nilai kewaspadaan akan mampu meminimalisir kemungkinan terjadinya human error dalam pengoperasian PLTN kelak.

Pemahaman tentang nuklir ini bisa dilakukan lewat dua jalan, yaitu top down dan bottom up. Pada pemberian pemahaman dengan jalan top down, pemerintah harus mampu menjadi supervisor yang mengawasi secara ketat pembangunan, dan pengoperasian PLTN sesuai standar yang diberikan IAEA. Di sini pemerintah harus memainkan perannya dalam tataran struktural. Sedangkan pemahaman dengan jalan bottom up, pemerintah harus mampu menjadi motor pembongkaran paradigma dalam perencanaan pembangunan nuklir terutama dalam tataran sosial budaya. Hal ini didasarkan pada pemahaman yang berkembang saat ini di masyarakat yang banyak dilatarbelakangi tingkat pengetahuan, harapan, bahkan ketakutan dan kekhawatiran masyarakat. Maka dari itu, pendekatan ini haruslah bersifat kultural sehingga mudah diterima masyarakat.

Dalam menyikapi masalah inipun, masyarakat harus tetap open mind. jangan mudah terjebak oleh stigmatisasi nuklir yang digiring ke persepsi negatif. Masyarakat harus membuka mata bahwasanya kebutuhan akan energi yang terbarukan dalam jumlah besar sangat diperlukan, dan nuklir mampu menyediakannya. Sehingga, persepsi yang terbentuk bukan ketakutan, namun kewaspadaan dalam pengelolaan nuklir untuk tujuan damai. Sehingga masyarakat, khususnya lembaga lingkungan hidup, dapat menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah supaya tetap menjamin keselamatan dan keamanan lingkungan.

Maka dari itu, yang harus diutamakan adalah dibukanya dialog dari hati ke hati antara pemerintah dan masyarakat dalam permasalahan PLTN ini. Masing – masing pihak harus saling memahami kondisi riil yang terjadi baik itu mengenai krisis energi maupun kekhawatiran dari masyarakat sendiri. Selain itu, dialog ini diharapkan akan membuka kesempatan bagi pembagian peran antara pemerintah dan masyarakat yang termasuk di dalamnya lembaga lingkungan hidup, sehingga mampu menciptakan mekanisme pelaksanaan dan pengawasan terhadap operasional PLTN.

Simpulan

Nuklir telah menjadi sebuah solusi tersendiri dalam menghadapi krisis energi yang melanda Indonesia. Kelebihan nuklir sebagai pembangkit daya pun telah terbukti baik dari segi daya yang dihasilkan maupun terhadap lingkungan apabila dijalankan sesuai prosedur yang menjamin keamanan dan keselamatan sesuai dengan regulasi IAEA. Maka dari itu, perlu ada dialog dari hati ke hati antara pemerintah dan masyarakat termasuk lembaga lingkungan hidup sehingga ada kerjasama yang konstruktif dalam pengelolaan dan pengawasan operasional PLTN ini.

November 26, 2007 - Posted by | kebangsaan, Keelektroan

3 Komentar »

  1. makasih yah….
    artikel anda membantu
    terselesaikannya penulisan skripsi saya

    thank you so much…
    emmuachhhhhhh
    ^_^

    Komentar oleh cahaya | Desember 14, 2007 | Balas

  2. hahaha…
    btw anda lelaki ato perempuan ?
    kalo lelaki..waduh, “emmuach” bareng lelaki tar dikira homo
    kalo anda perempuan, astaghfirullah bukan muhrim

    btw, jangan lupa yah cantumin mr_fajarsyah di lembar ucapan terima kasih di skripsinya ^_^

    selamet deh atas selesainya skripsi anda, doakan juga studi sy selesai paling telat oktober tahun depan

    Komentar oleh mrfajarsyah | Desember 14, 2007 | Balas

  3. waahh, bib.. tulisan nya bnyk bgt..
    sy blm bisa menulis, seperti habib.. hebat
    kalau suatu saat saya buat situs blog,, habib nulis yang banyak disana ya….!!!! janji lho!

    Best regards,

    Komentar oleh riza rizki | Desember 29, 2007 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: