Journey in Short Time

Mega Bikin Cape Deeeh

huff, akhirnya jebol juga batas capek gue liat sepak terjang ibu ibu yang satu ini. bukannya berusaha mem-blackmail atau black campaign, tapi sebagai rakyat saya merasa tidak ada pembelajaran yang didapat dari tokoh politik ini. lagian saya pun non-partisan sehingga ga ada tendensi apapun untuk melakukan black campaign.

nih berikut ni berita berita ttg megawati yang bikin gue pengen ketawa sekaligus gregetan ama sepak terjang nih orang.

1. Tentang BLT

Jember – Bantuan Langsung Tunai (BLT) merendahkan harga diri bangsa. Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam pidato kampanye terbuka di lapangan Mangli Kecamatan Kaliwates, Jember, Jumat (20/3/09). Kritikan itu disampaikan di hadapan ribuan simpatisan dan kader PDIP.

Menurut Mega, BLT merupakan pendidikan moral yang buruk bagi masyarakat dan masa depan bangsa Indonesia. “Apa arti BLT hanya untuk uang senilai Rp 200.000 saja berdempet-dempetan tanpa harga diri seperti pengemis,” katanya.

Lebih lanjut Mega menilai bahwa program BLT hanyalah program penghambur-hamburan uang pemerintah. “Lebih baik uang untuk BLT dialihkan untuk pembangunan jalan, sumur atau MCK saja,” tegasnya.

Komen gue, : “Bu, sebelum mengkritik orang lain, berkacalah pada diri sendiri. adakah kebijakan ibu saat menjabat yang pro rakyat? apakah dengan divestasi Indosat Ibu telah mendukung rakyat kecil?? belum lagi Ibu menghina rakyat yang antri di pembagian BLT sebagai pengemis. sungguh terlalu, apakah gelang gelang yang bergemerincing di pergelangan tangan ibu turut menyilaukan mata hati ibu dalam berempati??”

2. Anjuran Mecoblos bukan mencontreng

Jakarta: Komisi Pemilihan Umum menyayangkan sikap Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Sukarnoputri, yang meminta simpatisannya menandai surat suara dengan mencoblos. Padahal selama ini semua partai tunduk pada peraturan KPU yang dibuat berdasarkan kesepakatan antara pemerintah dan DPR. Surat suara ditandai dengan dicentang. “Kita ingin mengubah budaya masyarakat yang sebelumnya coblos, tusuk, menjadi budaya tulis yang lebih melambangkan kecerdasan,” kata anggota KPU Endang Sulastri.

sumber:http://www.liputan6.com/politik/?id=175281

Komen gue: “nih dia biang diktator. maunya seenaknya sendiri. Bu, seorang pemimpin yang baik harus mampu menjadi pengikut yang baik. karena pengikut yang baik mencerminkan ketrampilan memimpin diri sendiri, sebelum menjadi pemimpin yang memimpin banyak orang”

3. Klaim Kesuksesan yang aneh

Mega Klaim Lebih Sukses dari SBY

Denpasar – Megawati mengklaim dirinya lebih sukses menjalankan pemerintahan dibadingkan dengan SBY. Ia pun mengajak rakyat untuk membandingkannya.

“Kalau kalian melihat perbandingan bagaimana pemerintahan saya dengan yang lalu?” pinta Ketum PDIP Megawati pada kampanyenya di lapangan Kayubihi, Bangli, Bali, Minggu (29/3/2009).

“Saya bukan presiden 5 tahun tapi 3 tahun, efektif 2,5 tahun. Rakyat harus melihat pemerintahan sekarang normal 5 tahun. Coba bandingkan dengan keyakinan, dengan cerdas, dimana-mana dibandingkan dengan saya, apakah harga lebih baik pada zaman saya atau sekarang, coba jawab?” kata Megawati.

Pertanyaan Megawati pun dijawab ribuan massa dengan serempak “Dulu (pemerintahan Megawati),” teriak massa.

“Harga sembako di sini murah atau mahal, hayo ibu?,” pancing Megawati. “Mahal,” teriak massa.

“Ini karena jalan pemerintahan tidak seperti saya. Saya tidak ingin sombong tapi itu fakta. Artinya yang saya lakukan konsisten untuk kepentingan rakyat banyak,” kata mantan presiden Megawati.

Komen gue: “Lha bu, jaman soeharto sembako lebih murah lagi. artinya soeharto lebih sukses duong. Bu, baca koran atau nonton berita deh, jangan sinetron mulu yang ditonton. sekarang lagi krisis ekonomi bu. untungnya saat ini utang IMF kita lunas dan tidak berutang lagi, dan ini bukan hasil kerjaan ibu. Bu, gue barharap lebih banyaklah hidup di saat ini dan melihat masa depan, jangan hidup dan melihat masa lalu saja. apakah embel embel soekarnoputri membuat Ibu sulit membuat ibu melihat masa kini??”

4. Penghinaan kepada rakyat

MOJOKERTO, kompas..com — Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri, Selasa (31/3), mempertanyakan cara berpikir pemilih perempuan. Menurut Megawati, cara berpikir itu berkaitan dengan pilihan politik kaum ibu pada pemilu presiden 2004 lalu yang tidak menjadikannya sebagai pemenang.

“Tahun 2004, ibu-ibu terlalu genit. Saya dihantam karena satu-satunya calon presiden perempuan. Ibunya genit tidak mau pilih saya,” katanya saat berkampanye di hadapan ratusan ribu massa di Lapangan Kedungmaling, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Ia lalu membandingkan keadaan ekonomi setelah dirinya kalah pada saat itu dengan menyebutkan tingkat harga kebutuhan bahan pokok yang melambung. “Ibu-ibu, kasih tahu itu sama yang tidak milih saya, kayak apa ini rasanya (sekarang),” ujarnya.

“Makanya kok jangan bodoh to yo…, sudah dikasih pendidikan politik. Rakyat ini gimana, kebanyakan nonton sinetron,” ujar Megawati sembari menuding dengan telunjuk tangan kanannya. Perkataan Megawati disambut gemuruh tawa massa simpatisan PDI-P yang hadir.

Komen Gue: “Halah halah, sekarang rakyat yang dibego begoin.btw pendidikan politik seperti apa yang ibu beri?bu, jangan sok pinter deh.buktikan ibu lebih baik daripada ibu ibu yang anda bodoh bodohin itu. bisa jadi ada diantara ibu ibu tersebut yang jauh lebih cerdas, cuma sayang ga punya embel embel soekarno putri saja”

Begitulah. Negara ini butuh Negarawan bukan politikus apalagi badut politik.

April 1, 2009 Ditulis oleh mrfajarsyah | Blogroll | | Belum Ada Tanggapan

Ati Ati Kalo Makan

Cerita di bawah ini mohon info kepada semua teman/orang yang anda sayangi, Peristiwa ini terjadi di Menado, ada seorang wanita meninggal mendadak dengan lima panca indera keluar darah, setelah diselidiki ternyata
wanita ini meninggal bukan karena bunuh diri atau dibunuh, melainkan karena ketidaktahuan tentang racun akibat makanan.

Wanita ini ada kebiasaan minum Vit C tiap hari. Ini tidak masalah. Masalahnya, malam itu wanita ini kebanyakan makan udang. Sebenarnya cuma makan udang saja juga tidak masalah, karena orang rumahnya juga banyak makan udang malam itu dan tak ada yang meninggal..

Tetapi, karena udang mengandung Arsenic Pentoxide (As2O5), dan berhubung habis makan udang wanita itu minum Vit C, terjadilah reaksi kimia di dalam perut yang membuat As2O5 berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) yang sangat beracun.

Ini mengakibatkan hati, jantung, ginjal, pembuluh darah rusak, usus keluar darah, pembuluh darah melebar hingga wanita itu meninggal mengenaskan dengan kelima panca indera keluar darah.

Jadi hati-hati, habis banyak makan udang jangan minum Vit C pada saat yang bersamaan.

Maret 26, 2009 Ditulis oleh mrfajarsyah | Blogroll | | Belum Ada Tanggapan

Demokrasi Indonesia dan Parliamentary Threshold

barusan baca berita di detik tentang rencana demo partai gurem ke KPU buat nolak adanya parliamentary threshold. dalih yang dipake siih, karena parliamentary threshold mengabaikan demokrasi.

sebagai orang yang ga punya latar belakang ilmu politik, cuman mau komentar aja. mungkin salah, sebab ini hanya pemikiran subjektif.

selayaknya kehidupan, demokrasi pun tumbuh berkembang kemudian mapan, lalu mengalami suatu fase perubahan, tumbuh lagi berkembang lagi, begitulah seterusnya. hal ini pun dialami indonesia. namun saya tidak akan bicara sejarah, saya akan melihat masa kini saja.

dalam perspektif saya, demokrasi indonesia tengah berkembang menuju mapan setelah melalui fase perubahan dari kemapanan sebelumnya. hal ini ditandai dengan kemunculan banyak partai pada pemilu tahun 1999.euforia politik ini merupakan fenomena wajar dimana perubahan iklim politik  mendinamisasi pelaku di dalamnya dan memunculkan pelaku pelaku baru.

kemudian, saya yakin demokrasi indonesia berjalan ke arah yang tepat saat pada pemilu tahun 2004 jumlah parpol menurun. saya merasa, dengan penurunan partai ini, tokoh2 politik mulai tercluster membentuk suatu gerakan masif yang lebih besar daripada terpecah menjadi partai2 yang lebih banyak lagi. hal ini ditunjang pula dengan kebijakan parliamentary threshold yang memaksa parpol harus jeli dalam merancang strategi pemenangan pemilu. tentu koalisi antara beberapa partai kecil ‘harusnya’ mampu menggalang dukungan yang lebih besar lagi.

namun alangkah terkejutnya saya ketika di pemilu 2009 jumlah partai melonjak lagi. bahkan ada beberapa partai yang gagal memenuhi parliamentary threshold bereinkarnasi menjadi partai baru namun tanpa perubahan berarti. celakanya, partai2 ini lantas menganggap parliamentary threshold yang menjegal mereka di pemilu sebelumnya sebagai hal yang harus dilenyapkan karena mengabaikan demokrasi.

ada alur politik yang terpotong disini. visi jangka pendek berbalut kepentingan saya tengarai sebagai akar masalah. petinggi partai gurem menganggap kelangsungan umur mereka di kancah politik nasional dapat dihabisi oleh PT. akibatnya, kepentingan untuk tetap survive mengalahkan kebaikan bagi demokrasi sendiri.

saya berpendapat bahwa PT sangat baik dalam menggiring demokrasi ke arah yang benar. sebab dengan adanya PT, gerakan2 politik di tanah air akan jauh lebih masif sehingga mempercepat kemapanan demokrasi itu sendiri. dengan adanya gerakan yang masif, maka pemerintahan akan semakin kuat karena didukung oleh mesin politik tangguh dan diimbangi oleh oposisi yang kritis dan kuat.

maka dari itu, saya sangat berharap pada calon pemimpin bangsa ini supaya mengedepankan kebaikan bagi bangsa bukan sekedar melanggengkan umur dalam kancah politik. marilah jadi negarawan, bukan sekedar politikus.

Maret 4, 2009 Ditulis oleh mrfajarsyah | Blogroll | | 1 Komentar

Partial Discharge Pada Isolasi Cair

Fuiihh…akhirnya ngeblog juga. Udah lama euy ga ngeblog lagi. Lagi berkutat pada penelitian partial discharge buat tugas akhir niyy..

Yupzz. ..tugas akhirku emang ttg partial discharge di isolasi cair. Istilah partial discharge artinya kejadian tembus lokal yang bisa terjadi di isolasi padat dan cair. Khusus untuk isolasi cair sendiri, partial discharge biasanya terjadi akibat adanya cavity (gelembung udara), namun bisa juga terjadi akibat polutan berupa partikel metal maupun objek metal yang lebih besar. Namun pada penelitian saya ini, lebih banyak berinteraksi dengan cavity. Hal ini karena penelitian saya berkutat pada temperatur rendah, yaitu suhu kamar, 40oC, dan 50oC.

Gas/udara yang bisa ditemukan pada minyak bisa dalam 3 bentuk yaitu larutan, emulsi, dan gelembung udara. Pada temperatur rendah, gelembung udara lebih banyak ditemukan. Bila ada bubbles di cairan isolasi, maka gelembung udara ini akan menahan kuat medan yang lebih besar daripada isolasi sendiri. kebayang kan, yang lemah malah nahan lebih besar, tapi yang kuat nahan yang kecil ?. akibatnya, gas pada gelembung udara akan mengalami tembus terlebih dahulu, padahal kondisi isolasinya baik baik saja. Nah, inilah yang disebut partial discharge.

Pada isolasi cair sendiri, bila diuji dengan tegangan AC, ada beberapa karakteristik khusus, misalnya tegangan insepsi positifnya lebih besar daripada nilai absolut tegangan insepsi negatif. Kemudian, muatan yang timbul pada sinyal positif lebih sedikit daripada sinyal negatif namun memiliki amplitude yang lebih besar. Tegangan insepsi itu adalah tegangan saat partial discharge pertama kali muncul.

Akan tetapi, bisa aja walo udah lewat tegangan insepsi, partial discharge ga terjadi. Hal ini karena kemunculan elektron mula yang menginisiasi terjadinya peluahan yang bersifat stokastik.

Nahh berikut ini simulasi partial discharge menggunakan matlab, programnya made by awak sendiri hehehe, narsis ceritanya

11

Kemudian ini data statistiknya, dibikin pake matlab juga

muatan maksimum (pC) = 107

muatan minimum (pC) = -72.7

banyaknya muatan positif= 54

banyaknya muatan positif= 65

rata – rata muatan positif (pC) = 45.7931

rata – rata muatan negatif (pC) = -32.8374

betewe, sori sori niyy hasil penelitian secara detail belom bisa dikasih tau, sebab lagi dalam proses analisis tugas akhir gue.

Februari 27, 2009 Ditulis oleh mrfajarsyah | Blogroll | | 1 Komentar

Ngado

4 Desember 2008, gw belom juga nemu hadiah ultah buat adek gw yang paling kecil. sebenernya gw udah tau mau ngasih apa, tapi barang barang yang udah gw liat ga ada yang cocok, minimal menurut selera gw yang emang agak agak high ini (apa iya ?)bahkan di mal kayak BIP pun ga ada. walhasil gw memutuskan mencari di pasar baru. stselah untel untelan di Damri (yang pasti gw berdiri, selain damrinya penuh, dengkul gw juga mentok di kursi depan kalo duduk) akhirnya gw nyampe juga di pasar baru.

gw ubek ubek dah tu pasar. di lantai satu, ga ketemu, lantai dua ga ketemu juga barangnya. di lantai tiga, kagak ada juga. di lantai empat, pusing bau kain. di lantai lima, perasaan gw berkata kalo gw bakal nemu, eh bener juga. deket tangga sono gw liat toko yang ngejual barang yang gw butuhin (barangnya rahasia yee). humm,,langsung deh gw pilih pilih barang yang cucok. ketemu juga deh barang yang sesuai ama selera gw, elegan. tu penjual ngasih harga 110 ribu. gw tau sih kalo di pasar pasar kek gini, biasanya harga aslinya setengahnye. langsung deh gw tawar 50 ribu hehehe, sadis yah nawarnya. soalnya hari tu gw ga bisa lama lama buat bikin tu penjual bosen liat tampang gw sehingga harganya bisa jatuh banget. seperti yang udah gw duga, penjualnya ternyata ga mau ngejual dengan harga segitu hehehe…dia minta 75 ribu, duuh gw males nawar lagi..gw tawar deh 60 ribu (katanya males nawar, tapi masih ada dorongan buat nawar soalny penjualnya lumayan good looking hwehehe..kidding)..keukeuh tu penjual ngejual 75 ribu. gw naekin tawaran deh jadi 65 ribu, ehh mau tu penjual. akhirnya dapet deh tu barang.

sepanjang perjalanan pulang, kepikiranlah buat ngebungkus tuh barang. padahal gw belom pernah sama sekali ngebungkus kado sendiri. kalo mau ngado, pasti minta dibungkusin orang. pas ngado buat adek taon kemarin, yang ngebungkusin si anggi. pas uchan nikah, yang ngebungkusin, si tia. akhirnya bulatlah tekadku untuk membungkus kado sendiri. sesampainya di salman, gw mampir dulu ke istek buat beli kertas kado.

ternyata ngebungkus kado lumayan mengasyikkan juga. sempet kepikiran sih, ngapain repot repot di bungkus, toh bakal di sobek juga. tapi, akhirnya gw sadar filosofi membungkus kado. membungkus kado ternyata sebuah jalan supaya pemberian itu terasa lebih manis. ada kesungguhan disana untuk memberikan yang terbaik untuk orang yang kita sayangi. tapi, kita tidak merasa sakit hati ato menyesal saat hasil jerih payah kita membungkus kado malah dibalas dengan disobeknya bungkus kado itu untuk diambil isinya. justru kita merasa gembira saat orang berbahagia menerima pemberian kita, tanpa terpikirkan telah sobeknya bungkus kado itu. artinya, kita rela bersusah payah demi melihat orang yang kita sayangi bahagia. gw tulis susah payah karena gw emang susah payah ngebungkus kado itu.

dan inilah hasil jerih payah gw…

dsc00005

Desember 5, 2008 Ditulis oleh mrfajarsyah | iseng, kontemplasi | | & Komentar

Ngirit apa Markus ?

Makanlah saat lapar dan berhenti makan sebelum kenyang..begitulah ajaran rasulullah tentang makan. tapi, kayaknya gampang gampang susah tuh. kadang kalo perut laper trus liat makanan, kepikiran pengen melahap makanan apa aja yang ada di situ. apalagi yang namanya mahasiswa, liat makanan murah apalagi gratis, masih bisa dimakan (belom basi maksudnya) pasti langsung dibahas. kalo bisa, buat persediaan 2 hari kali yee.
nah kejadian serupa gw alamin pas lagi makan pagi menjelang siang di kantin salman. gw makan menurut porsi gw, yaa yang kira kira cukup buat sampe makan siang menjelang malam (makan 2x sehari ceritanya). menjelang detik detik penghabisan makanan gw, datanglah sesosok mahasiswa bertubuh kurus (estimasi beratnya setengah berat badan gw. berat gw sekitar 84 kg) dia duduk pas di depan gw. pas tu orang duduk di depan gw, elah dhalah…porsi makannya dua kali porsi makan gw!!! langsung deh mendadak gw kenyang seketika ngeliat porsi makan super duper jumbo dumbo kek gitu. walhasil tiga suapan penghabisan makanan gw, gw abisin dengan susah payah saking mual ngerasa kenyang banget gara gara liat porsi tu orang. begitu abis makanan gw, gw langsung minum supaya makanan gw ga nyangkut di tenggorokan.
setelah makanan meluncur ke perut, timbullah pikiran aneh yang mendasari penulisan postingan blog ini. langsung gw ambil HP SonyEricsson gw. gw pun berpura pura membaca sms dan mengetik balesannya. padahal gw arahin tuh kamera HP gw ke makanan tu anak. dan akhirnya, JEPREETTTT (pastinya shutter gw silent dulu dong, suara tu ada dalam ati gw) dan hasilnya..
jepreet

segera setelah gw dapetin gambarnya, kaburlah gw dengan hati riang (lho??) menurut lo, porsi tu anak standar ato tu anak emang markus ???
(maruk dan rakus maksudnya, yang punya nama markus including markus horison, kesamaan nama bukan merupakan kesengajaan)

Desember 5, 2008 Ditulis oleh mrfajarsyah | iseng | | Belum Ada Tanggapan

Medan Aktualisasi Pemimpin Alternatif

Wacana pemimpin alternatif deras bergulir seiring makin dekatnya waktu pemilu dan kebosanan akan muka muka lama yang muncul kembali sebagai calon pemimpin bangsa ini. Belum lagi kemenangan barrack obama yang minus pengalaman, namun menghidangkan aroma perubahan pada pemilihan presiden AS. Akan tetapi, wacana ini perlu disinkronkan dengan realitas Bangsa Indonesia yang justru menghambat kemunculan pemimpin alternatif pada posisi puncak kepemimpinan bangsa. Sebab, kondisi saat ini memfasilitasi pemimpin alternatif hanya sebagai pemanis wacana politik semata.

Hambatan pertama kemunculan pemimpin alternatif adalah diberlakukannya UU pilpres yang menyatakan bahwa calon presiden harus didukung oleh kekuatan politik yang memiliki 25% kursi di legislatif dan 20% suara pada pemilu. Secara kalkulasi politik, hanya segelintir partai yang mampu memenuhi syarat tersebut, dan partai – partai tersebut jelas mengelus calon calon yang itu – itu saja.

Hambatan kedua datang dari masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Masyarakat Indonesia lebih memilih calon dengan popularitas tertinggi daripada calon dengan visi misi dan kapabilitas kepemimpinan yang mumpuni. Sinyalemen ini jelas terlihat dengan makin bertaburnya bintang bintang layar kaca yang berada di pentas politik, dan mayoritas sebagai badut penarik suara saja. Tentu saja hal ini bukan karena kebetulan calonnya artis, tapi lebih pada ke-paranoid-an parpol akan penurunan jumlah pemilih. Bahkan, mantan-mantan presiden Indonesia yang jelas gagal dalam masa kepemimpinannya menyatakan siap bertarung kembali dalam pemilihan presiden karena dukungan masyarakat Indonesia yang mengkultuskannya.

faktor inhibitor diatas jelas menjegal langkah pemimpin alternatif di ranah politik. Sehingga, kemunculan pemimpin alternatif di ranah politik akan sia sia. Maka dari itu, pemimpin – pemimpin alternatif perlu memikirkan kembali kemunculannya di ranah politik, atau lebih tepatnya memikirkan kembali medan perjuangan non-politiknya.

Lahan – lahan hijau yang masih bisa digarap oleh pemimpin alternatif adalah bidang ekonomi & bisnis, serta sosial-kemasyarakatan khususnya pencerdasan masyarakat. Kedua ranah tersebut merupakan ranah potensial yang bila digarap optimal akan mampu memfasilitasi jalan datangnya pemimpin alternatif di ranah politik. Letak potensi ranah ekonomi & bisnis, serta sosial kemasyarakatan ada pada potensi pemenuhan kebutuhan dasar manusia berupa sandang, pangan, rumah, dan pendidikan.

Bukan tidak mungkin masa depan kepemimpinan bangsa terletak pada figur figur pemimpin di ranah ekonomi&bisnis, serta sosial-kemasyarakatan. Dalam bidang ekonomi&bisnis, china telah membuktikan bahwa dengan semangat entrepreneurship, taraf hidup masyarakat China perlahan tapi pasti membaik hingga tahun 2005, PDB China 2,2638 Triliun US$ menjadikannya negara dengan ekonomi terbesar keempat dunia, menggeser Inggris. Maka tidak heran China telah menjadi raksasa ekonomi dunia saat ini. Hal ini diimbangi pula perbaikan dalam sektor sosial-kemasyarakatan khususnya pencerdasan masyarakat China. Sebab, tanpa sumber daya manusia yang mumpuni, negara sekaya apapun cuma menjadi lahan yang diperebutkan pemilik modal dan penduduknya dijadikan kuli murahan.

Maka dari itu, jelas yang harus disadari oleh segenap pemimpin bangsa ini, baik yang alternatif maupun bukan, bahwa perjuangan pembangunan Indonesia tidak sebatas agenda lima tahunan semata. Perjuangan pembangunan Indonesia merupakan jalan hidup sang pemimpin atau lebih tepatnya generasi pemimpin, sebab wahananya bukan hanya kepemimpinan politik semata, namun juga kepemimpinan di semua lini strategis bangsa, sehingga diperlukan kerja sama kepemimpinan dalam merealisasikan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. Toh, bagi pemimpin sejati, tidaklah penting ia seorang presiden atau bukan, yang lebih penting adalah bagaimana hidupnya bisa mendatangkan kemanfaatan secara optimal bagi sebanyak – banyak manusia.

November 20, 2008 Ditulis oleh mrfajarsyah | kebangsaan, kontemplasi | | Belum Ada Tanggapan

Nikah…

setiap manusia kelak apabila diberi umur panjang akan dihadapkan pada keinginan, bahkan kebutuhan untuk menikah. suatu hal fitrah yang dirasakan manusia.

bagi saya sendiri, entah..akhir akhir ini telah menjadi seperti kebutuhan. sedari dulu, memang saya membutuhkan sebuah tempat kembali tempat telaga kasih sayang berada. membutuhkan tempat kembali yang mampu menghadirkan ketenangan jiwa..sebuah keluarga yang sakinah mawaddah warahmah..entah bagaimana rasanya berada dalam keluarga yang seperti itu, dan betapa inginnya diriku berada di tengah tengah keluarga yang seperti itu..saya membutuhkan rumah tempatku kembali..

saya membutuhkan rumah..

dan saya merasa dengan menikah, saya mampu memiliki rumah itu…

entah kapan aku pulang..namun alunan jiwa ini terdengar sendu melagukan hasrat ingin pulang..

pulang ke rumah..

tulang rusukku yang hilang, biarkan kini aku menjemputmu dan berkata I’m home…….

Agustus 5, 2008 Ditulis oleh mrfajarsyah | kontemplasi, my stuff and I | | & Komentar

serakan hikmah di jalan–2

sabtu, 2 agustus 2008 saya masih ada di cirebon. seperti biasa pukul setengah 6 sore saya menjemput adik di jalan raya. sambil menunggu, biasalah…sambil nongkrong pinggir jalan ditemani tukang beca yang ngobrol ngalor ngidul sambil becanda. kami pun ngobrol ngalor ngidul, mereka biasanya nanya saya kapan lulus ? nanya siapa yang dateng kemaren ? anak mana ? dan saya pun menjawab dengan apa adanya.

tak beberapa lama, ada dermawan yang bershodaqoh pada mereka dengan membagi bagikan amplop. bukan main girangnya mereka dan mereka pun berebut jatahnya masing masing. ternyata isinya uang sepuluh ribu. dalam benak saya, saya berpikir kok cuma 10 ribu ? tapi melihat raut muka tukang becak disana, saya bisa merasakan kegembiraan yang memancar dari muka mereka. saya benar benar merasa bersalah dengan pikiran saya, cuma…kenapa ada kata cuma ?apakah karena uang 10 ribu bagiku hanya cukup untuk pulang pergi naik angkot atau membeli satu buah es duren saja ?saya benar benar merasa dicambuk hatinya.

kami pun larut dalam obrolan kembali. kemudian seorang tukang becak bercerita padaku tentang pendapatnya tentang kejadian terbakarnya pasar plumbon. beliau bercerita bahwa sumber kebakaran tersebut berasal dari sebuah kios yang pemiliknya pernah menyakiti hati beliau dan temannya sesama tukang becak. ceritanya, suatu hari ia pernah diminta untuk memuat barang belanjaan seorang pembeli di kios tersebut. lama sudah ia menunggu sang pembeli membeli barang2 di kios, hingga ada orang yang mau menggunakan jasanya pun ia tolak karena telah ada yang meminta jasa dirinya terlebih dahulu. namun, alangkah kecewanya saat ia mendengar pemilik kios tersebut berkata pada pembelinya

“sudah, ga usah make beca lagi. nanti dianter ama mobil saya ke rumah”, sembari menawarkan mobil bak terbukanya. akhirnya, sang pembeli pun urung menggunakan jasa tukang becak tersebut.

tukang becak itu pun kecewa dan merasa sakit hati. ia merasa bahwa pemilik kios itu tidak peduli dengan dirinya yang mencari penghidupan dengan menarik becak. ia tidak ingin menjadi wong briman (peminta minta dalam bahasa cirebon). ia masih punya harga diri.

dan saat kios tersebut terbakar, bukan rasa peduli yang timbul melainkan ungkapan kualat…

——————————————————————————-

hikmah yang bisa diambil, bahwa kita harus mampu mengerti keadaan orang lain apalagi yang jauh lebih tidak beruntung dari kita.

perbedaan memandang uang 10 ribu harus menjadi pelajaran bahwa bisa jadi kita merasa apa yang kita perbuat adalah kecil, namun bagi orang lain hal itu begitu berarti

jangan sampai kita gagal memahami orang lain yang akibatnya memantik rasa sakit hati pada diri orang tersebut, apalagi orang tersebut adalah fakir miskin yang sejatinya harus kita bantu..

Agustus 3, 2008 Ditulis oleh mrfajarsyah | kontemplasi, my stuff and I | | Belum Ada Tanggapan

serakan hikmah di jalan

siang itu, 27 juli 2008 saya hendak berangkat ke depok guna merancang masa depan. saya kesana menggunakan kereta api, turun di gambir kemudian naik KRL ke depok. sedangkan menuju ke stasiun bandung, saya menggunakan angkutan umum jurusan Sadang Serang – Caringin.

di dalam angkot itu, saya mengambil tempat duduk di depan, di samping pa supir yang tengah bekerja. khilafnya, saya lupa nama bapak supir tadi. sepanjang perjalanan, kami berbincang bincang tentang realitas hidup yang bisa jadi menggambarkan keadaan yang menimpa banyak pihak di bangsa ini.

perbincangan dimulai saat angkot melewati sebuah gereja, bapak itu berkomentar mengapa kok orang orang nonmuslim itu kaya kaya sedangkan umat muslim sendiri banyak yang miskin.

saya mencoba menebak ke arah mana pembicaraan ini, saya berkomentar bahwa memang inilah kondisi yang menimpa umat islam saat ini. sebenarnya banyak umat muslim yang kaya, namun kurangnya rasa peduli pada sesama muslim apalagi yang kurang mampu itulah yang menyebabkan ada kesenjangan ekonomi bahkan diantara umat muslim sendiri.banyak umat muslim yang murtad akibat kendala ekonomi dan pada akhirnya ukhuwah islamiyah menjadi hanya semacam pemanis bibir dan simbol belaka.

penjelasan ini membuat bapak tersebut bercerita tentang tetangganya. ia memiliki tetangga yang tadinya tidak memiliki apa apa. saat tetangganya itu memutuskan keluar dari islam alias murtad, hampir tak beberapa lama kemudia rumahnya yang tadinya terbuat dari bahan bambu direnovasi dan menggunakan batu bata dan keramik, ia sendiri diberi modal usaha berdagang.

ia sendiri menyesalkan mengapa orang orang kaya di bangsa tidak berbagi, malahan ia merasa prihatin dengan elit bangsa ini apalagi yang muslim yang melakukan korupsi bahkan dengan embel embel nama pribadi muslim seperti Al Amin.

saya berpendapat bahwa memang benar adanya bahwa memilih pemimpin harus didasarkan pada pemahaman terhadap agama dari pribadi calon pemimpin tersebut. karena memilih pemimpin yang takut tuhan jauh lebih baik daripada memilih pemimpin yang takut dengan hukum undang undang. sebab, realitasnya hukum bisa diperjualbelikan seperti kasus suap di kejaksaan agung. dan tidak lupa saya mengingatkan bapak supir untuk mempergunakan hak pilihnya untuk memilih pemimpin yang religius, sebab insyaallah dengan pemimpin yang dekat dengan tuhan, akan mampu tercapai kesejahteraan.

saya pun menanyakan tentang anak2 bapak itu, berapa jumlahnya dan apakah telah sekolah. tak disangka, pertanyaan ini membuat bapak supir itu bercerita panjang lebar tentang keluarganya.

ia memiliki seorang anak, masih sekolah dasar. ia bersyukur bahwa walaupun ia tidak bersekolah, ia masih bisa menyekolahkan anaknya. ia pun bersyukur memiliki istri yang telah mengenyam pendidikan hingga tingkat SMK, sehingga istrinyalah yang mengajari anaknya tentang mata pelajaran di sekolah. tidak seperti adiknya yang menikah dengan wanita buta huruf pula sehingga anaknya berkali kali tidak naik kelas.

ia lantas bercerita bahwa ia adalah anak pertama dari 10 bersaudara. namun hanya tinggal 4 orang. 6 orang lainnya meninggal, baik akibat sakit maupun kelaparan. rasa lapar dan sakit telah menjadi teman masa kecilnya. ia menyambung hidup dari belas kasihan tetangganya yang memberinya makan, walaupun hanya nasi dan kuah sayur, namun itu terasa mewah buat dirinya. begitulah ia bertahan hidup hingga besar.

satu kejadian yang paling membuat ia sedih adalah saat ia kehilangan adik bungsunya beberapa bulan lalu. adik bungsunya kelaparan. akhirnya, karena lapar ia meminum air bekas pakan ayam yang ada jentik jentik nyamuknya di dalamnya. selang beberapa saat, adiknya langsung jatuh sakit, badannya panas dan mulutnya sering mengeluarkan darah. muntah darah. dan pada tengah malamnya, adiknya wafat. ia benar benar bersedih sekali.

ia pun kembali bercerita tentang istrinya. bahwa ia merasa bersyukur pula diberi istri yang setia dan mau menerima keadaanya yang hanya supir angkot. ia pernah menyarankan istrinya untuk bercerai dan kawin lagi dengan orang lain jika ia merasa keberatan hhidup bersamanya yang serba kekurangan ini. namun istrinya menolak, ia memilih melanjutkan hidupnya dengan suaminya itu.

“padahal mah dik, kalau beneran dia nikah lagi ama orang laen, bapak mah pasti tetep nangis nangis”

kata si bapak sambil tersenyum lebar sembari menerima ongkos dariku.

——————————————————————————–

sepanjang perjalanan ini, membuat saya yakin bahwa bangsa ini memang membutuhkan pahlawan pahlawan..

mampukah diri ini menjadi orang orang yang bapak supir itu butuhkan

yang bangsa ini butuhkan ?

pertanyaan ini hampir selalu terlintas saat mata ini hendak terpejam…

Agustus 3, 2008 Ditulis oleh mrfajarsyah | kebangsaan, my stuff and I | | Belum Ada Tanggapan